![]()
Klikbangsa.com (Jakarta) – Kendati penawaran pemenang tender lelang Pemeliharaan Jembatan Cinta 98%, ternyata tidak menjamin kualitas pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan.
Pakta integritas yang ditanda tangani kedua belah pihak yakni Pejabat Pembuat Komitment (PPK) Unit Kerja Teknis 2, Wibih Abdi dengan Direktur Pelaksana PT. TMN yang berkantor di Taman Pagelaran Blok G6 No.12 A Ciomas Bogor, patut dipertanyakan.
Diketahui, Pemeliharan Jembatan Cinta Tahun Anggaran 2023 dengan Pagu Anggaran Rp. 19.999.999.673,00 dan HPS Rp. 19.990.000.000.

Selaku pemenang tender PT.TMN dengan harga penawaran sangat spektakuler, harga terkoreksi Rp.19.499.777.994,91, dan Harga Negosiasi Rp. 19.497.836.747,00.
Tender pasca kualifikasi system gugur dengan harga terendah dengan jenis kontrak yang dipakai adalah gabungan harga satuan dan lumpsum.
Ironisnya, justru dimenangkan oleh penawaran tertinggi dengan penawaran 98% dan itupun kualitas diduga tidak sesuai dengan bill of quantity.
Tidak hanya itu, termasuk konsultan pengawas Pemeliharaan Jembatan harus diperiksa. Pagu anggaran Rp.323.894.171,00 HPS Rp. 322.721.400,00 selaku Pemanang PT.TKM dengan harga pemenang terkoreksi Rp.317.387,850,00 Harga Negosiasi Rp.317.127.000,00.

Diduga pekrjaan tersebut sarat dengan pengurangan volume atau tidak sesuai dengan spek/ bill of quantity antara lain:
1. Pekerjaan Pendahuluan
2. Pekerjaan Struktur
3. Pekerjaan Arsitektur
4. Pekerjaan Elektikal dan Mekanikal
Salah satunya contoh temuan dilapangan tidak menggunakan stainless stell melainkan pipa besi yang biasa dan tidak sesuai dengan bill of quantity/ spek teknis.
Ambruknya Atap Jembatan Cinta yang dianggarkan Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu diduga sangat misterius dan patut dipertanyakan. tepat malam minggu dini hari (9/6/2024), demikian pengakuan salah seorang warga Pulau Tidung saat dihubungi lewat percakapan selulernya
“Bagaimana mungkin, kegiatan yang baru beberapa bulan serah ke Unit Kerja Teknis (UKT) 2 dengan waktu pelaksanaan 6 bulan, ternyata sudah ambruk,” ungkap salah seorang warga Pulau Tidung.
Padahal kegiatan ini dianggarkan sebagai ikon wisata dan merupakan andalan di wilayah Kepulauan Seribu, konon katanya untuk menarik dan atraktif serta aman dan nyaman bagi pengunjung dan masyarakat. Apalagi lokasi kegiatan ini berada di Pulau Tidung
Diwaktu yang berbeda, sejumlah pihak mendesak Inspektorat Provinsi DKI Jakarta dan Aparat Penegak Hukum untuk menyelidiki penyebab ambruknya atap jembatan Pulau Tidung di Kabupaten Kepulauan Pulau Seribu,” tegas Rustam.
Bahkan LBH Pulau seribu sudah melakukan pengaduan ke Polda Metro Jaya, atas dugaan pengurangan spek dan termasuk matrial,'” jelas Rustam.
Diduga penyebab ambruknya atap Jembatan Cinta di Pulau Tidung Kepulauan Seribu, akibat pekerjaan tidak sesuai dengan spek/ Bill of Quantity dan tidak berfungsinya tupoksi konsultan pengawas dilapangan.
Untuk itu, Pelaksana kegiatan dan Konsultan pengawas juga harus diperiksa , apalagi pekerjaan tersebut dengan anggaran yang sangat panstastis, sudah direncanakan dengan matang menggunakan uang rakyat dibayar melalui pajak dan disetorkan ke Kas Negara,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, terkait kegiatan pemeliharaan Jembatan Cinta Tahun Anggaran 2023, di Kelurahan Pulau Tidung Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu selaku orang yang paling bertanggung jawab, yakni Pejabat Pembuat Komitmen, Wibih Abdi , tidak berhasil konfirmasi lewat Aplikasi WhatsAppnya. Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Junaedi tidak berhasil dihubungi.
(Parulian)
