![]()
Klikbangsa.com Jakarta, Innovation Summit Southeast Asia (ISSA) 2025, gelaran utama dari Center for Market Education (CME), sukses diselenggarakan di Jakarta dengan menghadirkan beragam tokoh nasional dan internasional. Acara ini digelar bersama Tholos Foundation (Washington, DC) dan didukung oleh Universitas Prasetiya Mulya, Provalindo Nusa, serta Ecolex Animal Nutrition.
Dengan tema besar pembangunan berkelanjutan dan inovasi lintas sektor, ISSA 2025 menjadi wadah strategis bagi para pemangku kepentingan untuk berdialog dan bertukar gagasan. Acara ini juga menjadi ajang peluncuran perdana Indeks Hambatan Perdagangan Internasional 2025, yang menghadirkan berbagai analisis kebijakan dan strategi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Sorotan Sesi: Inovasi dan Strategi Masa Depan
Rangkaian acara dibuka oleh Carmelo Ferlito, CEO CME, dilanjutkan pidato utama dari Fathony Rahman (Wakil Rektor Universitas Prasetiya Mulya) yang menekankan pentingnya kewirausahaan dan inovasi dalam pembangunan ekonomi. Kemudian, David G. Sumual, Kepala Ekonom BCA, membahas arah pertumbuhan Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Peluncuran Indeks Hambatan Perdagangan Internasional 2025 menjadi salah satu agenda penting. Diskusi ini menghadirkan Philip Thompson (Tholos Foundation), Effendi Andoko (Bappenas), dan Yose Rizal Damuri (CSIS), dimoderatori langsung oleh Ferlito.
Panel Ketahanan Pangan dan Inovasi Properti
Pada sesi siang, diskusi bertajuk “Inovasi, Komoditas, dan Ketahanan Pangan” menarik perhatian banyak pihak. Panel ini menghadirkan Zainul Azmi (Kementan), Bustanul Arifin (Guru Besar UNILA), dan Edward Manchester (Ecolex). Di sesi ini, Ecolex Animal Nutrition dianugerahi Most Innovative Company Award 2025 atas kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan melalui inovasi berkelanjutan.
Sesi selanjutnya bertajuk “Inovasi dan Properti”, dihadiri oleh Fahri Hamzah (Wamen Perumahan Rakyat), Thomas Go (Wakil Presiden REI DKI Jakarta), dan Permata Nur (Dekan Fakultas STEM Prasetiya Mulya). Diskusi dimoderatori oleh Chandra Rambey, yang juga menjabat sebagai Presiden CME Indonesia.
Ragam Perspektif dari Dunia Akademik dan Industri
Sebelumnya, diskusi panel pagi hari mengangkat tema “Transformasi Industri” dan diisi oleh nama-nama besar seperti Ashok Kaul (Roland Berger), Tikki Pang (mantan WHO Geneva), Mada Ayu Habsar (Asosiasi Tenaga Surya PV Indonesia), serta Fithra Faisal Hastiadi (FEB UI), dimoderatori oleh Poltak Hotradero dari Bursa Efek Indonesia.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama yang dipimpin oleh Alfian Banjaransari, Country Manager CME Indonesia.
Platform Dialog Strategis bagi Masa Depan Indonesia
ISSA 2025 tidak hanya menjadi forum akademik dan kebijakan, tapi juga simbol komitmen terhadap transformasi ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Keragaman latar belakang pembicara dan institusi menambah kedalaman diskusi yang mencakup berbagai bidang: dari perdagangan dan pertanian, hingga energi dan properti.
Rekaman lengkap setiap sesi tersedia dan dapat diakses publik melalui situs resmi CME:
* https://marketedu.me/innovation-summit-southeast-asia-2025
Tonton rekamannya dan jadi bagian dari perubahan!
Elvida MS
