![]()
klikbangsa.comĀ Kabupaten Toba – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba menerima kunjungan audiensi dari pimpinan pusat dan panitia pelaksana Sinode Agung XXXII Gereja Kristen Luther Indonesia (GKLI) di Ruang Rapat Mini Kantor Bupati Toba, Selasa (21/4/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan menjelang pelaksanaan agenda besar di akhir tahun 2026.
Rombongan GKLI yang berjumlah sembilan orang dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal GKLI, Pdt. Lamris Malau, M.Th. Turut hadir mendampingi, Ketua Panitia Sinode Agung XXXII Pdt. Kimson Sinaga, M.Th dan Sekretaris Panitia Pdt. Julianto Simanjorang, M.Th bersama jajaran inti lainnya.
Dalam audiensi tersebut, pihak GKLI menyampaikan tiga poin utama kepada Pemkab Toba. Pertama, permohonan dukungan fasilitasi untuk pelaksanaan Sinode Agung XXXII yang dijadwalkan berlangsung pada 26ā29 November 2026 di Auditorium IAKN Tarutung. Kedua, harapan adanya perhatian berkelanjutan dari pemerintah daerah terhadap jemaat GKLI yang berada di wilayah Kabupaten Toba. Ketiga, penyampaian undangan resmi kepada Pemkab Toba untuk menghadiri Ibadah Pelantikan Pimpinan GKLI periode 2026ā2031.
Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, menyambut baik kehadiran rombongan GKLI dan memberikan respons positif atas seluruh aspirasi yang disampaikan. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kelancaran kegiatan sinode, khususnya bagi delegasi asal Kabupaten Toba.
āPemerintah Kabupaten Toba mendukung penuh usulan yang disampaikan oleh pimpinan dan panitia Sinode Agung GKLI XXXII. Terkait dukungan anggaran, kami akan melakukan penyesuaian di akhir tahun untuk memastikan kontribusi Pemkab tetap hadir bagi jemaat kita yang berangkat dari wilayah Toba,ā ujarnya.
Audiensi ini diharapkan tidak hanya memperkuat sinergi dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pembangunan karakter serta kesejahteraan spiritual masyarakat di Kabupaten Toba. Kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dinilai menjadi salah satu kunci dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan berkelanjutan.
Elvida
