Selasa, 25 Maret 2014 - 23:40:16 WIB
Rekaman KPK Identik dengan Suara Artha Meris
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Politik - Dibaca: 417 kali

KlikBangsa.com – Kepala Tim Analis Forensik Digital Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri, Muhammad Nuh memastikan rekaman sadapan telepon yang dimiliki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) identik dengan suara asli Artha Meris Simbolon, Gerhard Rumeser, dan Deni Karmaina. Nuh dihadirkan jaksa penuntut umum KPK sebagai saksi ahli suara dalam sidang kasus dugaan suap di lingkungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Selasa (25/3/2014).

“Setelah kami analisis secara statistik, kami dapatkan dari tiga subyek itu 20 kata sebagai syarat untuk identik. Dan itu kami dapatkan. Barang bukti dan dibandingkan dengan suara pembanding itu identik,” kata Nuh.

Meris merupakan Direktur Utama PT Parna Raya Group, Gerhard merupakan mantan Deputi Pengendalian Bisnis SKK Migas, dan Deni adalah Direktur Utama PT Rajawali Swiber Cakrawala. Rekaman suara telepon mereka pernah diputar jaksa KPK dalam persidangan sebelumnya dengan terdakwa mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini mau pun pelatih golf Rudi, Deviardi alias Ardi.

Nuh menjelaskan, suara pembanding adalah suara asli yang diambil secara resmi dan dibuat berita acara pemeriksaan (BAP). Suara pembanding kemudian dicocokkan dengan barang bukti rekaman suara yang dimiliki KPK. Ia mengatakan, rekaman suara yang hasilnya identik dengan suara asli akurasinya di atas 90 persen.

 “Kalau mengacu ke analisa otomatisasi, itu diatas 90 persen. Bahkan ada yang sampai 99 persen,” terang Nuh.

Seperti diberitakan, dalam persidangan sebelumnya Meris tak mengakui suaranya sendiri dalam rekaman pembicaraan telepon yang diputar jaksa KPK. Rekaman itu memperdengarkan percakapan antara Meris dan Deviardi.

"Itu sepertinya suaranya mirip dengan suara saya, Pak. Tapi bukan suara saya," ujar Meris saat itu.

Dalam persidangan yang sama, Deviardi mengakui suara dalam rekaman itu adalah percakapannya dengan Meris. Meris pun sempat diperingatkan Majelis Hakim Tipikor untuk tidak memberi keterangan palsu. Meris juga membantah pernah memberikan uang pada Rudi melalui Deviardi. Meski demikian, Deviardi mengakui adanya pemberian itu.

Sementara itu, terkait Gerhard dan Deni, Jaksa KPK juga pernah memutar rekaman sadapan telepon mereka. Dalam rekaman itu terungkap adanya pemberian sesuatu oleh Deni kepada Rudi. Menurut Gerhard, sesuatu yang diberikan Deni kepada Rudi itu adalah dokumen-dokumen terkait perusahaannya yang ikut tender. Dia mengaku pernah menerima titipan dari Deni untuk Rudi. 

Belakangan, Gerhard mengaku, Deni yang merupakan teman SMA Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) itu menitipkan uang kepada Rudi.

Gerhard juga membenarkan bahwa Deni berupaya agar PT Saipem yang dikawalnya dimenangkan dalam tender proyek offshore Chevron di SKK Migas. Pihak Deni, menurut Gerhard, berharap agar PT Timas yang dibawa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sutan Bhatoegana kalah tender.

 

Sumber Kompas.com





Berita Terkait
  • Kelompok G-7 Sepakat Isolasi Rusia
  • Di Mesir, Hukuman Mati Tak Hanya Kali Ini
  • Cina Ingatkan Amerika Soal Laut Cina Selatan
  • Cara Inggris Konfirmasi MH370 Jatuh
  • MH370 jatuh tanpa bukti