Jumat, 13 Februari 2015 - 18:52:07 WIB
Jakarta Banjir , Perusahaan Prancis PT PALIJA Meraup Untung
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Umum - Dibaca: 642 kali

 

 klikbangsa.com, Jakarta

Sudah beberapa hari hujan menguyur  DKI Jakarta   , bajir dan genangan airpun  terlihat di tengah kota maupun di rumah  padat penduduk

 

Berdasarkan pemantauan  tim klikbangsa  bahwa  banjir  yang   sering  terjadi di DKI Jakarta akibat pembuangan lumpur  PAM JAYA  yang keluar kurang lebih  26 lubang   dari instalasi pengelolaan air  produksi 1 dan produksi 2 penjompongan  jakarta pusat di alirkan ke pembuangan   lumpur di badan kali kerukut .

limbah lumpur  tersebut mengalir di  sepanjang sungai kerukut dari hilir hingga ke hulu {banjir kanal}  , jika kita melihat di badan kali  terdapat  lumpur yang mengeras akibat dari  endapan lumpur dan endapan  kapur pauder { tepung kapur}  sebanyak 3 ton  perhari  .

berdasarkan infestigasi  bahwa  pengelolaan air bersih yg di kelola oleh PT Palija tidak mempunyai pengelolaan limbah.  Melainkan di buang ke dalam badan kali.

Akibat pembuangan limbah  air  ke aliran badan  kali  , jika hujan datang lumpur buangan instalasi terbawa air  masuk  ke rumah warga , terlihat  pada musim  hujan datang,  yang  mengakibatkan  membanjiri memasuki rumah warga yang berada di kelurahan Bendungan Hilir dan Kelurahan Karet Tengsin .

  Pada tahun 1998  PAM JAYA  berkerjasama dengan  PT Palija ,namun sayang kerjasama tersebut tidak sesuai dengan hasil kesepatan dan peraturan lingkungan hidup { amdal}  sehingga    pengelolaan  air   terlihat  analisis  dampak pada lingkungan {andal}   .

 Berdasarkan investigasi klikbangsa di lapangan bahwa terjadinya banjir di wilayah  DKI Jakarta bukan di akibatkan dari sampah melainkan dari pembuangan  lumpur  yang di keluarkan  instalasi pengelolahan air minum  Pam Jaya { IPA 1 dan 2 }

Instalasi pengelolahan air minum  Pam Jaya { IPA 1 dan 2 }  selama kerja sama dari tahun 1998 hingga saat ini  2015 belum memiliki pengololahan lumpur  dari instalasi tersebut.

Setiap Industri pengelolahan  di wajibkan memiliki  proses akhir sebelum pembuangan limbah ke badan kali. perusahan PT PALIJA tidak mengindahkan di karnakan investasi dan biaya pengelolahanya  cukup besar,  { Perusahaan tersebut  mengiinkan ke untungan yang besar tanpa memikirkan efek dari  buangan lumpur ke badan kali }.

Meylita  humas PT PALIJA  saat di konfirmasi terkait  dengan pembuangan  akhir lumpur   instalasi pengelolahan  air   tidak ada di tempat , alasan rapat .  hal serupa dengan Direktur  PAM JAYA Sri Kaderi  yang  selalu tidak   ada ditempat.

Haruskah warga DKI Jakarta khususnya di sekitar kali krukut  sering mengalami banjir , dengan pengurangan luas badan kali akibat dari lumpur yang mengendap bertahun-tahun  dan hingga saat ini belum ada kajian ataupun teguran maupun penutupan lubang buangan  lumpur yang di buang ke badan air .

 Jojo Warga Sekitar  bantar kali krukt saat di konfirmasi  Tim  klikbangsa terkait banjir   saat ini mengatakan bahwa banjir  setiap tahun semakin sering   di alami warga ,namun  banjir kali ini mengeluar lumpur yang berbeda seperti lumpur biasa {  lumpur yang berlindeir}, menurutnya bahwa   lumpur  tersebut berasal dari pembuangan  limbah  dari   instalasi produksi air minum  ucapnya. { Angel}

 

 





Berita Terkait
  • Warga Korban Banjir Minta Selimut dan Pampers
  • KA.SUDIN KOMINFOMAS JAKPUS BERSAMA WARGA LAKUKAN FOGGING
  • RINTJE LANTIK KETUA TP PKK TINGKAT KECAATAN
  • KANTOR BAGUS KINERJA DI TINGKATKAN
  • WARGA KENARI MINTA RUMAH SUSUN