Spread the love

Loading

Klikbangsa.com (Jakarta) –Tempat Pemakaman Umum (TPU) Budi Darma Semper Timur Kecamatan Cilincing Jakarta Utara, kini menjadi sorotan keluarga pengunjung makam.

Diminta Pj.Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, “mengevaluasi kinerja Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta utara, sampah menumpuk di TPU Budi Darma Semper,” ujar Tanu, keluarga pengunjung makam.

Tempat pemakaman umum (TPU) Budi Darma Semper, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, disugihi Pemandangan tak lazim terlihat dengan kasat mata,” ujarnya.

Tempat pemakaman yang seharusnya menjadi lokasi peristirahatan terakhir itu, malah menjadikan tempat pembuangan sampah.

“Tumpukkan sampah bekas penopingan telah menggunung,” ujar Tanu.

Pantauan Klikbangsa.com, tampak tumpukan sampah menggunung di Unit Islam TPU Budi Darma, sampah diangkut menggunakan kendaraan operasional milik Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta.Jumat.(5/7/2024).

Salah seorang keluarga pengunjung makam mengatakan, tidak habis pikir kog TPU di jadikan tempat pembuangan sampah ?

“coba lihat sampah tersebut mepet sekali dengan makam orang tua saya mas,” beber Roby, berharap pemerintah segera mengambil langkah, agar tidak di buang lagi di TPU. Kamis.(4/7/2024).

Tidak hanya itu, salah seorang tokoh pemuda Iwan Tanu angkat bicara dan menyayangkan kondisi itu.

“Selain mengganggu kenyamanan masyarakat, TPU seharusnya menjadi perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Khususnya Pejabat Gubernur, Heru Budi Hartono,
untuk mengevaluasi kinerja bawahannya ,” pungkasnya.

“Dilihat dari sudut keindahan, tumpukan sampah tidak elegan bahkan sudah menggunung.

Selain mengurangi keindahan pemakaman, juga menganggu kenyamanan warga yang berkunjung”.

“Kondisi ini dinilai mengurangi etika dalam menghormati pendahulu yang telah disemayamkan di TPU Budi Darma,” pintanya.

Sebelumnya, sudah diberitakan di sejumlah media online, judul berita, “Gawat ! TPU Budi Darma Alih Pungsi Jadi Tempat Pembuangan Sampah di Jakarta Utara

Amanat UU Nomor 18 Tahun 2008, sampah yang telah dikumpulkan harus dikumpulkan ke tempat penampungan sementara atau tempat pengolahan sampah terpadu.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Cristian Tamora, bersangkutan tidak meresponnya saat dikonfirmasi. Kamis,(4/7/2024).

(Parulian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *