Spread the love

Loading

Klikbangsa.com (TNI Angkatan Laut) – Tenaga medis (Named) dan Tenaga kesehatan (Nakes) merupakan kelompok yang paling berisiko terpapar virus Hepatitis B. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, prevalensi Hepatitis B pada named dan nakes di Indonesia saat ini sebesar 4,7%, sedangkan proporsi nakes yang memiliki antibodi anti-HBs+ sebesar 36,7%.

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung program pemerintah untuk melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan dari penularan Hepatitis B, juga sebagai upaya percepatan eliminasi Hepatitis B pada tahun 2030, Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) Dr. Midiyato Suratani turut serta dalam pemberian Imunisasi Hepatitis B untuk named dan nakes yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna Pulau Serasan Rumkital Dr. Midiyato Suratani Jl. Ciptadi No. 01 Tanjungpinang, Provinsi Kepri., dan diberikan secara gratis. Senin (27/11/2023)

Kegiatan tersebut juga dilaksanakan secara serentak dalam Acara Pencanangan Imunisasi Hepatitis B Untuk Tenaga Kesehatan dan Tenaga Medis Tingkat Provinsi Kepri Tahun 2023 yang terpusat di RSUP Raja Ahmad Tabib dan diikuti secara daring oleh seluruh Fasilitas Kesehatan (Faskes) di seluruh Provinsi Kepri. Hadir dalam kegiatan Kepala Rumah Sakit Angkatan Laut (Karumkital) Dr. Midiyato Suratani Kolonel Laut (K) dr. Edwin M. Kamil, Sp.B., dalam hal ini diwakili oleh Wakabin Kolonel Laut (K) dr. Arif Supono, Sp.B., Onk.

Selain menyediakan vaksin gratis, Kemenkes juga akan menyediakan sarana dan prasarana penunjang untuk mendukung imunisasi Hepatitis B. Pemberian Imunisasi Hepatitis B diawali dengan skrining kesehatan berupa pemeriksaan tes cepat HBsAg dan tes cepat antiHBs. Imunisasi baru diberikan pada sasaran dengan hasil skrining pra imunisasi menunjukkan HBsAg non reaktif (Negatif) dan Anti-HBs Non Reaktif/Negatif.

Jenis vaksin yang digunakan adalah Vaksin Hepatitis B rekombinan single dose prefill injection device produksi dari PT. Biofarma, yang merupakan vaksin inaktivasi dan tidak menginfeksi. Imunisasi Hepatitis B diberikan sejumlah tiga dosis dengan interval minimal antara dosis pertama dan kedua adalah satu bulan. Sementara interval minimal dosis kedua dan ketiga adalah lima bulan.

Dalam kesempatan berbeda, Karumkital Dr. Midiyato Suratani Kolonel Laut (K) dr. Edwin M. Kamil, Sp.B., mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah yang telah memprioritaskan pemberian Imunisasi Hepatitis B kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan.

“Langkah dari Kementerian Kesehatan ini semakin memperkuat imunitas Tenaga medis dan Tenaga kesehatan dari berisiko tertular dan menularkan Hepatitis B. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya untuk program imunisasi Hepatitis B untuk meningkatkan kekebalan Tenaga medis dan Tenaga kesehatan”, pungkas Karumkit.

(M.Nur, HUMAS MDT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *