![]()
klikbangsa.com Tangerang Selatan – PT Ogspro Indonesia, kontraktor utama dalam proyek pemasangan jaringan gas (jargas) di kawasan Puri Bintaro, Tangerang Selatan, dilaporkan gagal memenuhi kewajiban pembayaran kepada para subkontraktor perorangan yang terlibat. Sejak Juni 2024 hingga awal Januari 2025, para pekerja mengaku belum menerima hak mereka meskipun pekerjaan telah diselesaikan.
Direktur PT Ogspro Indonesia, Wahyu, disebut-sebut hanya memberikan janji tanpa kepastian ketika dikonfirmasi terkait pembayaran. Ia beralasan bahwa dana dari Pegasol, anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) selaku pemberi pekerjaan, belum diterima sehingga menyebabkan keterlambatan pembayaran.
Hingga berita ini diturunkan, Wahyu tidak dapat dihubungi di nomor yang terdaftar, 0811 9207 91X.
Menurut aduan yang diterima, setidaknya lima subkontraktor dan beberapa mandor mengaku belum menerima pembayaran dengan nominal yang bervariasi. Bahkan, sebagian pegawai internal PT Ogspro Indonesia juga melaporkan belum menerima gaji mereka.
“Sudah berbulan-bulan kami menunggu hak kami, tetapi yang kami dapatkan hanya janji. Tidak ada kejelasan kapan pembayaran akan dilakukan,” ungkap salah satu pekerja yang enggan disebutkan namanya.
Situasi semakin rumit karena upaya konfirmasi kepada pihak Pegasol juga tidak membuahkan hasil. Direktur Perencanaan Pegasol, Labiner Sinaga, dilaporkan tidak pernah berada di kantor ketika dimintai klarifikasi terkait keterlambatan pembayaran kepada PT Ogspro Indonesia.
Heri, Humas Pegasol, juga tidak memberikan tanggapan memadai saat dihubungi melalui WhatsApp di nomor 0858 8333 162X. Pesan yang dikirimkan hanya direspons dengan sikap diam, tanpa jawaban pasti
Ketidak jelasan ini memicu kekecewaan mendalam dari para subkontraktor yang merasa dipermainkan oleh berbagai pihak yang terlibat. Mereka mendesak PT Ogspro Indonesia dan Pegasol segera memberikan kepastian dan memenuhi kewajiban pembayaran.
Proyek pemasangan jargas, yang semula bertujuan meningkatkan akses energi ramah lingkungan, kini justru terancam kehilangan kepercayaan publik akibat masalah ini. Para subkontraktor bahkan mempertimbangkan langkah hukum jika tidak ada solusi dalam waktu dekat.
Nosri Sahibi tokoh masyarakat saat di wawancari terkait hal tersebut mengatakan bahwa Permasalahan ini menjadi ujian serius bagi pihak-pihak terkait untuk menunjukkan komitmen dan tanggung jawab mereka dalam menyelesaikan kewajiban kepada pekerja yang telah berkontribusi dalam proyek strategis ini.
Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan tanggung jawab dalam pengelolaan proyek-proyek besar. Media harus mengawal perkembangan ini dan menunggu tanggapan resmi dari pihak PT Ogspro Indonesia maupun Pegasol untuk memberikan kejelasan kepada para subkontraktor yang dirugikan. ucapnya
Elvida M
