Spread the love

Loading

Klikbangsa.com (Jakarta) – Agung Nugroho, Ketua Umum Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia.

Tanggal 21 April 2025, saya berkunjung ke Puskesmas Pejaten Barat III karena mata kanan saya semakin hari terasa semakin buram. Setelah melakukan pendaftaran online, saya mengantri di loket untuk registrasi, lalu duduk menunggu giliran di poli umum. Satu per satu pasien dipanggil masuk ke ruang periksa.

Namun, saat giliran saya tiba, seorang tenaga kesehatan dari poli gigi tiba-tiba menyerobot antrian saya dengan dalih pasien tersebut harus didahulukan. Saya tentu saja memprotes karena merasa diperlakukan tidak adil—semestinya siapa pun harus tetap mengikuti antrian tanpa pandang poli atau rekomendasi petugas. Ketika berpapasan, saya sempat berkata, “Besok tidak boleh seperti ini, menyerobot hak orang. Lagi sakit kok zhalim sama orang.”

Sesudahnya, saya diperiksa oleh dokter umum. Hasil pemeriksaan menunjukkan saya perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut (FKTL). Awalnya saya bertanya mengapa tidak dirujuk ke RSUD Jatipadang atau RSUD Pasar Minggu saja, tetapi dokter menjelaskan bahwa rujukan biasanya diberikan ke Klinik Mata SMEC Tebet. Saya pun menerima penjelasan tersebut.

Keesokan harinya, 22 April 2025, pukul 08.00 WIB, saya tiba di Klinik Mata SMEC Tebet. Saya disambut ramah oleh satpam yang berjaga di pintu masuk. Ia menanyakan apakah saya sudah mendaftar secara online. Karena saya sudah melakukannya, satpam langsung membantu proses registrasi melalui mesin pendaftaran. Ia sangat cekatan, membantu saya menyelesaikan dua kali tanda tangan digital, dan setelah itu saya menerima nomor antrian serta diarahkan menuju lantai 3.

Di lantai 3, sudah banyak pasien yang menunggu giliran. Namun suasana terasa nyaman dan tertib. Petugas kesehatan tampak profesional—tidak ada yang terlihat mengobrol santai apalagi sibuk dengan ponsel pribadi. Semua fokus menjalankan tugasnya, dan proses pelayanan pun berlangsung cepat, membuat waktu menunggu tidak terasa membosankan.

Setelah giliran saya tiba, saya diperiksa secara menyeluruh di lantai 3. Setelah pemeriksaan awal, saya diarahkan ke lantai 4 untuk pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis mata. Di lantai 4, pelayanan tetap cepat dan terorganisir. Ruang tunggu juga dilengkapi fasilitas seperti dispenser air minum dan mesin pembuat kopi, menambah kenyamanan pasien yang menunggu.

Saat diperiksa oleh dokter spesialis mata, saya benar-benar merasa puas. Dokternya ramah, murah senyum, dan penuh perhatian. Ia memeriksa kondisi mata saya dengan seksama dan menjelaskan hasil pemeriksaan dengan bahasa yang mudah dipahami. Saya merasa didengar dan dilayani dengan sungguh-sungguh, tanpa kesan terburu-buru atau menghindari pertanyaan. Oleh dokter, saya direkomendasi untuk menjalani operasi mata pada tanggal 7 Mei 2025, pukul 06.00 pagi.

Tanggal 7 Mei 2025, tepat pukul 06.00 pagi, saya tiba kembali di Klinik Mata SMEC Tebet. Seperti minggu lalu, satpam langsung menyambut dengan ramah dan sigap membantu proses registrasi untuk tindakan bedah. Proses registrasi berjalan lancar dan cepat.

Setelah selesai, saya diarahkan ke lantai 3 untuk dilakukan pemeriksaan ulang sebelum tindakan operasi. Pemeriksaan berlangsung cukup cepat, kemudian saya langsung diarahkan ke lantai 5, tempat ruang tindakan bedah berada.

Di ruang operasi, saya diminta mengganti pakaian dengan baju khusus untuk operasi. Tidak perlu menunggu lama, saya segera dipanggil masuk ke ruang operasi. Suasana di dalam sangat mendukung—tenaga medis yang bertugas sangat perhatian dan mampu membangun semangat serta ketenangan mental pasien. Ini sangat membantu saya merasa tenang, dan operasi pun berjalan dengan lancar.

Usai operasi, saya diminta menunggu sekitar 30 menit untuk observasi. Setelah itu, saya diarahkan kembali ke lantai 4 untuk mengikuti sesi edukasi pasca-operasi. Namun sayangnya, jumlah tenaga edukator terbatas karena mereka juga merangkap sebagai tenaga medis pemeriksa awal, sehingga proses menunggu agak lama. Meski demikian, secara keseluruhan, pelayanan di Klinik Mata SMEC Tebet sangat baik. Pasien dibuat nyaman, tidak merasa canggung, dan bahkan tidak bosan meski harus menunggu antrian.

Pengalaman saya menjalani proses pemeriksaan hingga operasi mata di Klinik Mata SMEC Tebet memberikan kesan mendalam tentang pentingnya pelayanan kesehatan yang humanis, cepat, dan profesional. Meskipun ada sedikit kendala dalam proses edukasi pasca-operasi karena keterbatasan tenaga, secara keseluruhan saya merasa puas dan bersyukur mendapat pelayanan yang layak dan bermartabat.

Sebagai pasien, saya merasa dihargai dan diperlakukan dengan penuh empati. Klinik ini tidak hanya mengedepankan efisiensi dan ketepatan tindakan medis, tetapi juga memperhatikan kenyamanan dan ketenangan hati setiap pasien yang datang dengan harapan untuk sembuh. Klinik Mata SMEC Tebet patut menjadi contoh pelayanan kesehatan yang bermutu, ramah, dan berpihak pada pasien.

Semoga semakin banyak fasilitas kesehatan yang menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai inti dari pelayanan medisnya.

Faresi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *