Spread the love

Loading

Klikbangsa.com- Jakarta. Sejumlah warga yang berkunjung ke TPU Budidharma Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, sangat menyesalkan terjadinya genangan air semua di TPU Budidharma.

“Hampir semua pemakaman di TPU Budidharma terdampak genangan air, akibat Pekerjaan u-ditch dan pekerjaan box culvert,” ujar Ahmad warga Semper Timur.

Dikatakan, sebelum proyek ini dibuat, TPU Budidharma tidak separah sekarang.

Namun, dikarenakan adanya Proyek dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI, untuk pemasangan u-ditch dan pemasangan box culvert akibatnya
TPU Budidharma terendam air.

Hal yang sama, Hermansyah mengatakan, “sebelumnya pemakaman TPU Budidharma tidak pernah separah saat ini, ironisnya lagi, hampir semua pemakaman terendam genangan air antara 30 cm s/d 50 cm,” tukas Hermansyah, saat mengunjungi makam keluarganya.

Hermansyah menuding penyebab terjadinya banjir di TPU Budidharma akibat pekerjaan u-ditch dan pekerjaan box culvert/ Penataan RTH Makam Wilayah Jakarta Utara.Senin.(19/1/2026).

Diketahui luas lahan TPU Budidharma Semper Timur, Kecamatan Cilincing ± 62 ha terendam air dengan tingkat ketinggian air bervariasi.

Pantauan dilapangan, saat terjadi banjir di TPU Budidharma khususnya di Blad 114, 84-87, 41-49 dan Blad 58 bagaikan lautan.

Akibatnya, sejumlah kalangan mendesak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk turun ke TPU Budidharma untuk melihat langsung pekerjaan yang dianggarkan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, yang nota bene terjadi “menghambur-hamburkan uang rakyat”.

“Pekerjaan u-ditch dan pekerjaan box culvert dianggap penyebab terjadinya banjir. Sehingga, air tidak dapat mengalir ke saluran pembuangan Kali Begog yang berada disamping lokasi TPU Budi Dharma Semper Timur, Jakarta Utara.

Diduga Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta tidak melakukan perencanaan dengan matang dan terkesan proyek tersebut “proyek siluman, alias tidak tepat sasaran”.

Diketahui, no. SPK-1500/PN.01.02 Tanggal 12 Agustus 2025, waktu pelaksanaan 120 hari kalender. Kontraktor pelaksana PT.WMS dan Konsultan Pengawas PT. NKI. Kode RUP. 56315570. Nilai Pagu Anggaran Rp.3.582.522.743. sementara nilai kontrak pekerjaan u-ditch dan pekerjaan box culvert Rp 3.432.609.3036.

Pantauan dilapangan diduga telah terjadi penyimpangan dan berpotensi terjadi kerugian negara.

Tidak hanya itu, pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan pengurangan volume hingga berpotensi terjadi kerugian Negara. Antara lain :
1. Pekerjaan pengurug menggunakan Pasir urug tebal 5 cm Rp. 2.663.934 diduga tidak dilaksanakan.
2. Pekerjaan Saluran u-ditch 1000 ×100 mm HD terpasang Rp. 2.183.323.060. hanya sebahagian menggunakan merk Epindo sebagian lagi u-ditchnya polos (tidak tampak merk/SNI.
3. Pekerjaan Angkutan material/sisa ga galian sejauh 10 KM (dengan Dump Truck) Rp 4.0691.226, tidak dilaksanakan”
4. Pekerjaan pembuatan Lantai Kerja K-100.Rp 59.317.785. “tampak dilapangan tidak menggunakan lantai kerja. (photo tertera).
5. Pekerjaan pemindahan pohon diameter kurang dari 30 cm dan angkutan Rp.56.016.800, diduga tidak dilaksanakan.
6. Pekerjaan galian tanah biasa sedalam 1 meter Rp.90.285.444, dipertanyakan.
7. Pekerjaan pasang bekisting untuk lantai (3xpakai).Rp.197.207.880. diduga tidak dilaksanakan.
8. Pemasangan Pagar Pembatas Guard Rail tebal 4,5 mm Rp.165.072.00 diduga diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.
9. Pekerjaan pemindahan pohon diameter 30-50 cm dan angkutan Rp.33.118.800. dipertanyakan.
10. Pekerjaan waterproof dan screeding Rp.40.825.840, dipertanyakan.
11. Saluran box culvert 1000 x 1000 x1000 MM HD terpasang Rp.149.357.000 diduga mark up.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Perkumpulan Pemantau Keuangan Negara (PKN), Patar Sihotang, S.H.,M.H angkat bicara,” atas Pekerjaan u-ditch dan pekerjaan box Culvert yang dipihk ketigakan .

Untuk itu, dalam waktu dekat ini, akan menyurati Gubernur DKI Jakarta, Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum untuk meninjau ulang kinerja Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta,” tegas Patar Sihotang. Sabtu.(18/4/2026).

Sebelumnya, terkait kegiatan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI sudah berulangkali dipublikasikan, namun Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Ir.Fajar Sauri tidak menjawabnya, terkait Kegiatan Penataan RTH Makam Wilayah Jakarta Utara Tahun Anggaran 2025.

Kepala Bidang Pemakaman DKI Jakarta, Hasni,S.Sos.,M.Si saat dikonfirmasi.
Jawaban Kabid Pertamanan, Siti Hasni, “Selamat siang…. terimakasih beritanya. Kamis.(16/4/2026), tepat pukul 14.31 wib.

Diwaktu yang berbeda, Direktur PT.Wicaksana Makmur Semesta, RFS belum memberikan tanggapan saat dihubungi lewat aplikasi WhatsApp milik.Sabtu.(18/4/2026). tepat 14.03.wib.

(Parulian).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *