![]()

klikbansga.com Jakarta – Memasuki usia dua tahun, Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI kian memantapkan langkah sebagai garda terdepan pengembalian kerugian negara. Momentum itu ditegaskan dalam peringatan HUT ke-2 BPA yang digelar di Kantor Badan Pemulihan Aset, Gedung IM2, Jakarta, Kamis (12/2/2026), dan dihadiri langsung oleh ST Burhanuddin, pimpinan tinggi Kejaksaan, serta jajaran satuan kerja daerah secara daring.
Dalam arahannya, Jaksa Agung menegaskan bahwa pemulihan aset merupakan bagian tak terpisahkan dari penegakan hukum yang berkeadilan. “BPA adalah instrumen strategis agar setiap tindak pidana tidak berhenti pada hukuman badan semata, tetapi juga memastikan pengembalian kerugian negara secara maksimal,” tegasnya. Apresiasi pun disampaikan atas kinerja progresif BPA yang dinilai cepat beradaptasi dan menunjukkan hasil nyata.
Sejalan dengan itu, Kepala BPA Kuntadi memaparkan peta jalan besar transformasi institusinya menuju Sentra Otoritas Pemulihan Aset Nasional (Central Authority of National Asset Recovery). Transformasi tersebut mencakup percepatan penguatan regulasi, pembenahan sistem data berbasis teknologi informasi untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas, hingga rencana pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) berbasis e-commerce guna mengoptimalkan nilai ekonomis aset sitaan.
Peringatan ini juga ditandai langkah konkret penguatan kolaborasi lintas bidang. BPA menandatangani Nota Kesepahaman dan Berita Acara Serah Terima pengelolaan serta penyelesaian barang bukti berupa aset kripto bersama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Asep N. Mulyana. Kerja sama ini ditujukan untuk menopang Single Prosecution System dan memastikan sinergi sejak tahap awal penanganan barang bukti, sekaligus menegaskan kesiapan Kejaksaan menghadapi kompleksitas kejahatan finansial modern.
Tak hanya seremonial, Jaksa Agung bersama para pejabat utama juga meninjau Command Center BPA—pusat kendali terpadu yang mengintegrasikan pengelolaan, pengamanan, analisis, dan transparansi pemulihan aset negara secara real time. Sistem ini menjadi tulang punggung pengawasan dan akuntabilitas kinerja pemulihan aset ke depan.
Menutup rangkaian acara, Jaksa Agung mengingatkan pentingnya integritas dan loyalitas institusional dalam setiap capaian. Sinergi antarbidang dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia disebut sebagai kunci menghadirkan penegakan hukum yang tegas sekaligus berdampak nyata bagi masyarakat.
Dengan fondasi yang kian kuat dan langkah transformasi yang agresif, BPA Kejaksaan RI optimistis tampil sebagai otoritas pemulihan aset nasional—mengembalikan kekayaan negara, memperkuat keadilan, dan mendorong percepatan pembangunan nasional.
Fridolin MH
