Spread the love

Loading

Klikbangsa.com (Bekasi) – Kelangkaan BBM subsidi jenis Pertalite masih menjadi keluhan masyarakat. Di SPBU 34-17140 Permata, Kota Bekasi, warga harus antre panjang, namun kendaraan tertentu justru dilayani hingga Rp150 ribu–Rp200 ribu per pengisian. Diduga, praktik ini merupakan bagian dari penjualan eceran oleh rekanan SPBU dengan dalih sebagai “konsumen tetap”.

Temuan ini mencuat pada Minggu (11/5), saat awak media menginvestigasi langsung ke lokasi. Ironisnya, praktik ini diduga dibiarkan oleh operator SPBU. Pemilik SPBU, Hajiah Merini, bahkan disebut menantang awak media untuk mempublikasikan dan melaporkan hal tersebut ke Pertamina atau aparat penegak hukum.

“Silakan saja siarkan, mereka itu langganan kami,” ujar seorang petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, pihak SPBU menyatakan bahwa penanggung jawab utama tidak berada di tempat karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Namun kondisi ini tak menyurutkan praktik penjualan BBM subsidi yang diduga menyalahi ketentuan. Sesuai aturan, pengisian untuk kendaraan roda dua dibatasi maksimal Rp100 ribu, namun di SPBU tersebut kerap melebihi batas.

Pertamina Retail juga disebut-sebut turut hadir di SPBU tersebut, namun publik mempertanyakan perannya dalam mengawasi SPBU bermasalah. Apakah ini bentuk pembiaran atau justru modus baru dalam pendistribusian BBM subsidi?

Masyarakat berharap aparat dan Pertamina bertindak tegas terhadap SPBU yang menyalahgunakan distribusi BBM bersubsidi agar hak rakyat tidak dikorbankan demi keuntungan segelintir pihak.

Dean Martin Purba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *