Spread the love

Loading

klikbangsa.com (Jakarta) – Kelurahan Pejaten Barat, Jakarta Selatan, mengembangkan pengelolaan sampah berbasis budidaya maggot (Black Soldier Fly/BSF) dan Bank Sampah sebagai upaya mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir (TPA) sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari limbah rumah tangga.

Lurah Pejaten Barat Yudi Setia P mengatakan pengelolaan sampah dilakukan secara terpadu dengan memanfaatkan sampah organik untuk budidaya maggot, sedangkan sampah anorganik dikelola melalui Bank Sampah Siaga Kelurahan Pejaten Barat.

“Kami terus mendorong masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah. Dengan sistem ini, sampah tidak hanya berkurang, tetapi juga memiliki nilai manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Yudi di Jakarta.

Menurut dia, pengolahan sampah organik diawali dengan proses pemilahan sebelum dimanfaatkan sebagai pakan larva BSF. Setelah melalui tahap pemeliharaan, maggot dipanen untuk berbagai kebutuhan.

Dalam satu siklus produksi sekitar 26 hari, fasilitas tersebut mampu menghasilkan panen maggot sekitar 440 kilogram. Hasil panen dimanfaatkan sebagai pakan ternak, seperti ikan lele dan unggas, sementara sebagian lainnya didistribusikan kepada masyarakat maupun pasar.

Selain menghasilkan maggot, pengolahan sampah organik juga menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan penghijauan dan budidaya tanaman.

Yudi menambahkan, pengurangan sampah anorganik dilakukan melalui Bank Sampah Siaga Kelurahan Pejaten Barat yang menampung berbagai jenis sampah bernilai ekonomi, seperti botol plastik, kertas, logam, dan material daur ulang lainnya.

Ia mengatakan keberhasilan program tersebut didukung kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pengurus RW, sekolah, kader lingkungan, hingga instansi terkait untuk membangun budaya memilah sampah sejak dini.

“Kami berharap pengelolaan sampah menjadi gerakan bersama. Semakin banyak sampah yang dapat diolah di tingkat kelurahan, semakin kecil beban yang harus ditangani di TPA,” ujar Yudi.

Pemerintah Kelurahan Pejaten Barat menilai model pengelolaan sampah berbasis budidaya maggot dan bank sampah sejalan dengan penerapan prinsip ekonomi sirkular, yakni mengolah sampah menjadi sumber daya yang bernilai sekaligus mengurangi dampak lingkungan akibat timbulan sampah perkotaan.

(Faresi) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *