Spread the love

Loading

klikbangsa.com | Jakarta – Resah dengan harga penjualan ayam, yang dianggap terus alami kerugian tiap tahunnya, komunitas peternak unggas nasional, berunjuk rasa dengan membagi-bagikan ayam, di Kawasan Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat.

Dalam aksinya, pengunjuk rasa membagikan 2.000 ekor ayam, membuat para warga saling berebut.

Puluhan warga pengguna jalan, dan pengendara motor berdesakan untuk mendapatkan ayam dari para pendemo.

Aksi bagi-bagi ayam yang sudah kesekian kali dilakukan, sebagai bentuk kekesalan para peternak mandiri, yang terus mengalami kerugian sejak tahun 2018 lalu, di mana harga ayam yang mereka jual, selalu di bawah harga pokok produksi.

Ketua Komunitas Peternak Unggas Nasional Alvino menjelaskan aksi ini merupakan bentuk kekecewaan para peternak mandiri yang terus merugi sejak 2018.

Harga ayam yang mereka jual selalu di bawah harga pokok produksi.

“Akibat harga jual ayam yang selalu di bawah biaya pokok produksi, kami mengalami kerugian yang sangat besar, antara Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kilogram.

Total kerugian kami mencapai hingga Rp 15 triliun. Kami telah berkali-kali menuntut pemerintah untuk memperbaiki situasi ini, tetapi belum ada tindakan yang memadai.

Meski ada peraturan mengenai harga acuan, kenyataannya harga ayam di tingkat peternak mandiri masih sangat rendah,” kata Alvino.

Alvino menambahkan meskipun ada aturan yang mengatur harga, harga ayam di tingkat konsumen tetap stabil di atas Rp 35.000 per kilogram, sementara harga di tingkat peternak sempat turun hingga Rp15.000 per kilogram. Saat ini, peternak mandiri masih harus menjual ayam dengan harga sekitar Rp 21.500 per kilogram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *