Spread the love

Loading

Klikbangsa.com (TNI Angkatan Laut, Tanjungpinang) – Karumkital dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang Kolonel Laut (K) dr. Edwin M. Kamil, Sp.B., diwakili Ketua Kelompok Ahli (Kapokli) kolonel Laut (K) Andi Sugeng Rawuh dan Kepala Departemen Kesehatan Ibu dan Anak (Kadep KIA) Kolonel Laut (K) dr. I Dewa Made Widi Hersana, Sp.PD. khom mengikuti Pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Bangga Kencana Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2023 dengan tema “Peningkatan Sinergitas dan Kolaborasi Pencapaian Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting”, yang diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepri, yang dibuka oleh Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad S.E., M.M.,dan dihadiri Kepala BKKBN RI Dr.(HC). dr. Hasto Wardoyo, SP.OG.(K) bertempat di Grand Ballroom Hotel CK Tanjungpinang Kepri, Kamis (02/02/2023)

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Kepala BKKBN RI Dr (HC) dr. Hasto Wardoyo SP. OG (K) menyebutkan bahwa Prevalensi stunting di Kepri berada di angka 15,4 persen, turun 2,2 persen dibanding tahun 2021 di angka 17,6 persen. Capaian ini menempatkan Kepri di posisi keempat provinsi dengan prevalensi stunting terendah setelah Bali, DKI Jakarta, dan Lampung.

“Kepri sungguh luar biasa karena angka stunting Kepri sudah mendekati nasional yang 14 persen, jadi Kepri masuk provinsi yang keren”, Ungkap Kepala BKKBN RI.

BKKBN telah melansir angka Total Fertility Rate (TFR) atau rata-rata perempuan Indonesia melahirkan anak berada pada rasio 2,1, hal tersebut menunjukkan pertumbuhan penduduk Indonesia terjaga dan tidak ada resesi seks seperti yang dialami di berbagai negara.

“Angka 2,1 berarti bahwa perempuan-perempuan hanya praktis melahirkan satu anak perempuan rata-rata sehingga pas sekali bahwa satu perempuan meninggal digantikan 1 perempuan yang lahir, sehingga nanti akan berkesinambungan dan sustainability-nya tetap terjaga,” kata Hasto Wardoyo.

Hasto kemudian mengungkapkan Presiden RI Joko Widodo telah menargetkan penurunan angka gagal tumbuh atau stunting sebesar 14 persen harus dapat dicapai pada tahun 2024 mendatang. Saat ini, angka stunting di Indonesia telah mengalami penurunan dari 37 persen pada tahun 2014 menjadi 21,6 persen di tahun 2022.

Selanjutnya Hasto Wardoyo berharap kabupaten dan kota penyangga di Kepri yang jumlah penduduknya banyak seperti Batam dan Karimun harus bekerja keras menurunkan stunting agar menjadi bandul bagi provinsi maupun nasional.

Sementara itu Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad bersyukur meskipun Kepri adalah daerah kepulauan. Namun indikator makro di provinsi ini menunjukkan hasil yang bagus, salah satunya adalah angka stunting.

“Kalau indeks kesehatan menjadi salah satu indikator dari indeks pembangunan manusia, maka stunting ini harus kita kejar agar tercapai seperti target presiden, tahun lalu masih 17 persen, tahun ini turun 2 persen,” ujar Gubernur Ansar.

Gubernur Ansar mengaku akan menggandeng seluruh peremerintah kabupaten dan kota termasuk Forkopimda, BKKBN, TP-PKK, dan darma wanita untuk memastikan stunting di Kepri bisa terus menurun.

Pada kesempatan yang sama Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri melakukan penandatanganan kesepakatan Kerjasama pelayanan KB dan percepatan penurunan stunting di Kepulauan Riau dengan Rumkital dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang, Klinik Lanud RHF Tanjungpinang, RS Bhayangkara Polda Kepri, RRI Tanjungpinang, Akbid Anugerah Tanjungpinang, Klinik Panacea dan Klinik Endar Medika, serta penyerahan Dana Alokasi Khusus dan Bantuan Operasional Keluarga Berencana oleh BKKBN kepada seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepri. Kota Tanjungpinang mendapatkan Rp. 2,4 miliar, Kabupaten Natuna mendapatkan Rp 3,3 miliar, Kabupaten Karimun mendapatkan Rp Rp 3,6 miliar, Kabupaten Bintan mendapatkan Rp 3,1 miliar, Kabupaten Lingga mendapat Rp 3 miliar, Kabupaten Kepulauan Anambas Rp 2,1 miliar, dan Kota Batam mendapatkan Rp 9,2 miliar.

Sementara itu Karumkital dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang Kolonel Laut (K) dr. Edwin M. Kamil, Sp.B., menyampaikan bahwa penandatanganan kesepakatan Kerjasama antara Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri dan Rumkital dr. Midiyato Suratani adalah bukti komitmen Rumkital dr. Midiyato Suratani dalam upaya mendukung program yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

“Saya yakin dengan sinergitas dan kerja sama yang baik antara unsur-unsur yang terlibat dalam kegiatan tersebut akan dapat lebih efektif dalam menjalankan program-program yang telah dicanangkan baik pelayanan KB dan upaya percepatan penurunan angka stunting dalam menjaga pertumbuhan penduduk seimbang dan mewujudkan keluarga berkualitas khususnya di Provinsi Kepri”, pungkas Karumkit.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua BKKBN Provinsi Kepri Rohina, Ketua TP-PKK Kepri Hj. Dewi Kumalasari Ansar, Danlantamal IV Batam Laksamana Pertama TNI Kemas M Ikhwan Madani S. Sos., Danlanud RHF Tanjungpinang Kolonel Nav Arief Budiman, Walikota Tanjungpinang Hj Rahma, Bupati Natuna Wan Siswandi, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim. (HUMAS MDT)

(M.NUR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *