![]()
Klikbangsa.comĀ Papua -Langkah penuh keberanian ditunjukkan oleh Minanggeng Murib, mantan anggota kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM), yang secara resmi meninggalkan perjuangan bersenjata dan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam sebuah momen haru dan bermakna, Minanggeng mencium Bendera Merah Putih dan mengucapkan sumpah setia kepada tanah air di hadapan masyarakat dan aparat keamanan.
Kedatangan Minanggeng Murib ke Pos Komando Taktis Satgas 700/Wira Yudha Cakti (WYC) di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, disambut hangat oleh aparat TNI, tokoh adat, tokoh agama, serta warga setempat. Ia datang tidak sendiri, tetapi didampingi oleh Kepala Suku Abelom Kogoya beserta keluarganya sebagai bentuk dukungan moral dan simbol rekonsiliasi.
Komandan Satgas 700/WYC, Letkol Inf Geraldo Tabasonda, memberikan apresiasi atas keputusan Minanggeng dan peran para tokoh masyarakat yang telah memfasilitasi proses kembalinya sang mantan kombatan ke kehidupan damai.
āSaya harap teman-teman Minanggeng Murib yang saat ini masih berada di hutan, bisa mengikuti jejaknya dan kembali ke pangkuan NKRI untuk membangun Papua yang damai dan sejahtera,ā ujarnya.
Dalam prosesi yang berlangsung secara khidmat, Minanggeng melepas seluruh atribut yang berhubungan dengan OPM, lalu mencium bendera Merah Putih sebagai simbol kesetiaan kepada Indonesia. Ia juga menyampaikan ikrar berdasarkan keyakinannya sebagai seorang Nasrani, menandai komitmen untuk meninggalkan konflik dan memulai hidup baru.
Minanggeng menyatakan keinginannya untuk hidup damai sebagai warga biasa. Ia berencana bekerja sebagai tukang kebun dan peternak, serta membangun keluarga bersama seorang gadis setempat.
āSaya ingin hidup tenang, bekerja, dan membangun keluarga. Tidak mau lagi hidup dalam pelarian dan konflik,ā ungkapnya.
Langkah ini menjadi simbol harapan akan perdamaian yang berkelanjutan di Papua. TNI dan masyarakat berharap lebih banyak anggota kelompok bersenjata lain yang mengikuti jejak Minanggeng untuk kembali membangun Papua dalam bingkai NKRI.
