Spread the love

Loading

Klikbangsa.com-Kabupaten Toba. Sejumlah petani di Desa Partoruan Lumban Lobu, Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba terpaksa menyunggi padi hasil panen sejauh hampir satu kilometer. Kondisi ini terjadi akibat jalan menuju area persawahan terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil.

Kondisi memprihatinkan tersebut disampaikan aparat desa setempat, Imron Butarbutar, kepada Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, saat meninjau langsung lokasi jalan putus pada

Imron menjelaskan, terdapat dua titik jalan terputus menuju Huta Tulpang Sosor Bolak. Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses warga, khususnya petani, menuju area persawahan Holbung.

“Jalan ini putus dihantam banjir Desember kemarin. Aek Naorihon di atas sana meluap, menyapu sawah dan tembus sampai ke sini. Debit airnya sangat besar, akhirnya jalan ini putus,” ujar Imron.

Saat ini, salah satu titik jalan hanya dihubungkan dengan jembatan bambu sederhana yang hanya bisa dilalui pejalan kaki. Sementara titik lainnya belum mendapat penanganan sama sekali.

“Kalau jalan kaki masih bisa, Pak. Tapi kalau angkat padi pas panen seperti ini sangat susah. Kereta (sepeda motor) tidak bisa masuk, apalagi mobil. Terpaksa kami hunti (menyunggi) padi,” lanjutnya.

Selain meminta perbaikan jalan, Imron juga berharap adanya pelebaran dan normalisasi Sungai Naorihon. Menurutnya, alur sungai yang semakin sempit menjadi penyebab utama air mudah meluap dan merendam sawah warga.

“Kalau sungainya diperlebar dan dinormalisasi, debit air banjir bisa tertampung dan tidak lagi masuk ke sawah petani,” katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Bupati Toba menyatakan penanganan darurat terhadap jalan yang terputus akan segera dilakukan karena bersifat mendesak.

“Upaya sementara, kita tangani dulu jalan yang putus ini. Kita tanam riol di bawah agar air tetap mengalir, lalu ditimbun tanah menggunakan alat berat,” ujar Wakil Bupati.

Sementara terkait normalisasi Sungai Naorihon, Wakil Bupati menyampaikan akan mengoordinasikan permohonan warga dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Toba.

“Untuk sungai Naorihon, nanti kita minta perusahaan yang ada di Toba membantu normalisasinya,” ucapnya

Elvida MS

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *