![]()
Klikbangsa.com-Jakarta. Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Republik Indonesia mencatat capaian fantastis pada hari kedua pelaksanaan “BPA Fair 2026” yang digelar Selasa, 19 Mei 2026. Dalam lelang barang rampasan negara yang berlangsung terbuka dan transparan, Badan Pemulihan Aset (BPA) berhasil membukukan selisih kenaikan harga atau keuntungan di atas harga limit sebesar Rp1,65 miliar.
Kepala BPA, Kuntadi, mengatakan tingginya antusiasme peserta membuat proses penawaran berlangsung sangat ketat dan kompetitif.“Dari hasil pelelangan hari ini, pesertanya cukup banyak dan antusias. Perkembangan tawar-menawar berjalan ketat, sehingga kita mendapat selisih kenaikan mencapai Rp1,65 miliar. Ini adalah awal yang cukup baik dan kami yakin pelaksanaan lelang besok akan jauh lebih kompetitif,” ujar Kuntadi saat doorstop bersama media di area BPA Fair.

Sejumlah kendaraan mewah milik para terpidana kasus korupsi menjadi incaran peserta lelang dan laku dengan nilai fantastis. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah motor Harley Davidson Road Glide warna Blue Shark milik terpidana H. Rajo Emirsyah, M.Sc, dkk yang terjual Rp901.445.700 dari harga limit hanya Rp87.445.700. Selain itu, mobil Mercedes-Benz S400 juga berhasil terjual Rp601.193.200.
Sementara itu, aset milik terpidana Denden Imadudin Soleh turut mencatat nilai penjualan tinggi. Mobil BMW terjual Rp1.157.078.800, mobil listrik Ioniq laku Rp422.277.400, Mercedes-Benz hitam metalik terjual Rp915.874.400, dan motor Kawasaki Z1000 laku Rp302.363.400.
Tak kalah menarik, aset milik terpidana PT Lintang Daya Selaras (LDS) juga berhasil menarik perhatian peserta lelang. Motor BMW R 1200 GS Adventure terjual Rp288.776.000, sedangkan Harley Davidson FLHTC laku Rp257.547.600.
Secara keseluruhan, dari total harga limit Rp3.196.556.500, BPA berhasil mengumpulkan total nilai penawaran mencapai Rp4.846.556.500.
Meski mayoritas aset berhasil terjual, masih terdapat satu unit mobil BMW 220i warna biru milik terpidana Muchlis Nasution, dkk yang belum mendapatkan penawaran. Menanggapi hal tersebut, Kuntadi menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh.
“Ini akan menjadi bahan evaluasi kami untuk mengkaji kenapa belum laku, dan langkah apa yang harus dilakukan agar pada pelelangan berikutnya bisa terjual,” jelasnya.
Kepala BPA juga memastikan seluruh proses lelang berlangsung transparan dan dapat diakses masyarakat secara online maupun langsung di lokasi BPA Fair dengan pendampingan petugas. Menurutnya, lonjakan harga yang terjadi di menit-menit akhir menjadi bukti tingginya partisipasi publik dalam proses lelang tersebut.
Untuk agenda Rabu, 20 Mei 2026, BPA akan melelang sejumlah barang mewah milik terpidana Harvey Moeis, mulai dari perhiasan hingga tas mewah. Sementara aset kendaraan dan apartemen milik Harvey Moeis dijadwalkan masuk pada tahap pelelangan berikutnya.
Hingga pertengahan Mei 2026, BPA mengungkapkan telah berhasil mengamankan sepertiga target Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2026 yang nilainya mencapai lebih dari Rp3 triliun.
“BPA Fair ini kami harapkan menjadi pemicu ekosistem. Ke depan, kegiatan pelelangan yang terang dan transparan seperti ini akan masif diselenggarakan di seluruh Kejaksaan Tinggi di Indonesia,” ucap Kuntadi.
Fridolin Situmorang
