![]()
Klikbangsa.com (Jakarta) – Perusahaan terbatas Satria Antaran Prima Express (PT SAPX ) TBK menyelenggarakan Public Expose di Park hotel menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan Cash on Delivery (COD) sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan dari berbagai program pemerintah yang membutuhkan dukungan distribusi hingga ke pelosok daerah.
Direktur Utama SAPX Express, Budiyanto Darmastono, menjelaskan bahwa segmen COD masih menjadi salah satu kekuatan utama perseroan. Menurut dia, tidak banyak perusahaan logistik yang mampu mengelola layanan COD secara optimal karena kompleksitas operasional dan tingginya kebutuhan sistem pengawasan transaksi.
“Bisnis COD berbeda dengan layanan pengiriman biasa. Kurir tidak hanya mengantar barang, tetapi juga menerima pembayaran langsung dari pelanggan. Tantangannya jauh lebih besar karena menyangkut pengelolaan uang tunai dan pengiriman hingga ke desa-desa,” ujar Budiyanto dalam paparanNya
Ia mengungkapkan, banyak perusahaan logistik yang memiliki keterbatasan jangkauan hingga wilayah pelosok. Selain itu, penggunaan sistem keagenan juga meningkatkan risiko pengelolaan dana hasil transaksi COD apabila tidak didukung sistem pengawasan yang memadai.
Menurut Budiyanto, keunggulan SAPX Express terletak pada sistem teknologi yang mampu melakukan rekonsiliasi transaksi secara real time. Melalui sistem tersebut, setiap transaksi yang dilakukan kurir dapat dipantau langsung oleh kantor pusat maupun kantor cabang.
“Setiap kurir yang mengantarkan paket COD akan tercatat secara otomatis dalam sistem. Berapa transaksi yang berhasil, berapa nilai uang yang harus disetorkan, semuanya bisa dipantau secara langsung. Ini membuat proses pengembalian dana kepada penjual menjadi lebih cepat dan risiko kehilangan uang dapat ditekan,” katanya.
Di sisi lain, SAPX Express juga melihat peluang pertumbuhan dari berbagai program pemerintah, termasuk Program Sekolah Rakyat dan sejumlah kegiatan distribusi dalam Operasi Merah Putih yang membutuhkan layanan logistik hingga tingkat daerah.
Direktur SAPX Express, Arif Suhartono, mengatakan kebutuhan distribusi barang untuk program-program tersebut berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perseroan.
“Ke depan ada banyak peluang yang bisa kami garap, termasuk kebutuhan distribusi barang untuk program-program pemerintah yang menjangkau daerah-daerah. Ini menjadi salah satu pasar yang potensial bagi perusahaan,” ujarnya.
Namun demikian, perseroan juga menghadapi tantangan kenaikan biaya operasional, terutama akibat meningkatnya harga bahan kemasan. Budiyanto menyebut harga plastik untuk kebutuhan pengemasan mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, bahan baku kayu untuk kemasan barang elektronik juga semakin mahal dan sulit diperoleh.
Meski demikian, SAPX Express memilih untuk tidak menaikkan tarif pengiriman kepada pelanggan. Perseroan berupaya menjaga daya beli masyarakat dan mempertahankan daya saing layanan di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
“Kami berusaha bertahan tanpa membebankan kenaikan biaya kepada pelanggan. Harapannya masyarakat tetap bisa menikmati layanan pengiriman dengan harga yang terjangkau,” kata Budiyanto.
Terkait penggunaan laba perusahaan, manajemen menyampaikan bahwa dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun ini perseroan memutuskan untuk tidak membagikan dividen dan memilih fokus memperkuat operasional serta pengembangan bisnis di masa mendatang.
(DeanMP)
