![]()
klikbangsa.com Jakarta Timur – Pembangunan Ruang Interaksi Rumah Susun Rawa Bebek yang berlokasi di samping Pasar Rusun Rawa Bebek, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, mulai menjadi sorotan warga. Selain mempertanyakan manfaat proyek senilai Rp453.720.371 tersebut, warga juga mengeluhkan tidak adanya sosialisasi sebelum pekerjaan dimulai.
Menurut sejumlah penghuni rusun yang ditemui di sekitar lokasi, mereka mengetahui adanya proyek tersebut setelah pagar pembatas berdiri dan aktivitas pembangunan berjalan.”Kami tahunya sudah ada proyek. Tidak pernah ada sosialisasi atau pemberitahuan kepada warga sebelumnya. ” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka menilai setiap pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah seharusnya disertai penyampaian informasi kepada masyarakat, terutama warga yang berada di lingkungan yang terdampak langsung.”Bukan menolak pembangunan, tetapi warga berhak tahu apa yang dibangun, manfaatnya apa, dan kenapa lokasinya dipilih di sini. Sampai sekarang banyak yang belum paham konsep ruang interaksi yang dimaksud,” ucapnya.
Pantauan di lapangan, proyek yang berada di kawasan Rusun Rawa Bebek tersebut terus berjalan. Namun minimnya informasi yang diterima warga memunculkan berbagai pertanyaan mengenai tujuan, fungsi, serta manfaat bangunan yang nantinya akan digunakan.
Warga berharap pihak terkait tidak hanya fokus menyelesaikan pekerjaan fisik, tetapi juga memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat.”Kalau memang proyek ini untuk kepentingan warga, harusnya sejak awal ada sosialisasi. Jangan sampai warga hanya melihat pembangunan berjalan tanpa tahu tujuan dan manfaatnya,” tambah warga lainnya.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan Penyediaan Ruang Interaksi Rumah Susun Rawa Bebek berada di bawah Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) VI Provinsi DKI Jakarta dengan nilai anggaran sebesar Rp453.720.371. Pelaksana kegiatan tercatat CV Aksara Banju Mas dengan pengawasan PT Inti Tara Reky.
Untuk memperoleh konfirmasi, wartawan klikbangsa.com berupaya mendatangi kantor pengelola Rusun Rawa Bebek. Namun saat dilakukan kunjungan, Kepala UPRS IV Rusunawa Rawa Bebek tidak berada di tempat, sehingga belum dapat memberikan keterangan terkait pelaksanaan proyek maupun keluhan warga mengenai tidak adanya sosialisasi.
Hingga berita ini ditulis, warga masih menunggu penjelasan dari pihak terkait mengenai perencanaan proyek, manfaat fasilitas yang dibangun, serta alasan tidak dilaksanakannya sosialisasi kepada masyarakat sebelum pekerjaan dimulai.
Angelia MS
