![]()
Filosofi Batak “Anakhon Hi do Hamoraon di Ahu”—anak adalah harta paling berharga menggema kuat dalam kunjungan kerja Komisi X DPR RI ke Kabupaten Toba. Pesan ini disampaikan Wakil Bupati Audi Murphy O. Sitorus saat menyambut rombongan reses di SMP Negeri 1 Balige,
Didampingi Staf Ahli TP PKK Ny. Riama Murphy Sitorus dan jajaran OPD, pemerintah daerah memperlihatkan langsung kondisi pendidikan di lapangan. Di ruang-ruang kelas, anggota Komisi X berdialog dengan siswa. Keluhan pun mengemuka—atap bocor, meja rusak, hingga jendela yang perlu perbaikan. Aspirasi sederhana itu menjadi potret nyata kebutuhan mendesak dunia pendidikan di daerah.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian tampak menyimak langsung suara siswa. Kunjungan kemudian berlanjut ke Yayasan TB Soposurung dan Makam Pahlawan Raja Sisingamangaraja, sebelum rombongan menuju Museum TB Centre untuk rapat bersama Pemkab Toba dan masyarakat.
Dalam forum tersebut, Wakil Bupati kembali menegaskan komitmen masyarakat Batak terhadap pendidikan. “Semiskin apa pun kami, kami akan tetap menyekolahkan anak-anak kami. Karena itu kami sangat membutuhkan dukungan pemerintah pusat,” ujarnya.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X Kurniasih Mufidayati menjadi ruang terbuka bagi berbagai aspirasi. Ketua DPRD Toba, Franshendrik Tambunan, menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, termasuk guru TK dan PAUD.
Tak hanya itu, Pemkab Toba juga menyerahkan enam proposal strategis, mulai dari pembangunan gedung olahraga, peningkatan akses pendidikan, rehabilitasi sentra pemuda, pembangunan perpustakaan, hingga revitalisasi Makam Pahlawan Raja Sisingamangaraja XII. Bahkan, ada gagasan besar untuk eksplorasi warisan peradaban Batak di Eropa sebagai bahan produksi film layar lebar tentang Raja Sisingamangaraja XII.
Wakil Bupati juga mengusulkan perlunya satu badan koordinatif untuk pengelolaan kawasan Danau Toba agar lebih terarah dan terpadu.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kurniasih Mufidayati menyampaikan komitmen awal yang cukup konkret. Pemerintah pusat, kata dia, akan mendorong renovasi SMP Negeri 1 Balige, termasuk kemungkinan penambahan Program Indonesia Pintar (PIP) serta peningkatan partisipasi pendidikan tinggi bagi anak-anak Toba.
Kunjungan reses ini dihadiri sejumlah anggota Komisi X DPR RI, di antaranya Sofyan Tan, Bonnie Triyana, Denny Cagur, Melly Goeslaw, serta anggota lainnya bersama perwakilan kementerian dan lembaga.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Dari ruang kelas sederhana di Balige, suara tentang pentingnya pendidikan kembali ditegaskan—bahwa masa depan Toba, dan Indonesia, bertumpu pada anak-anak yang hari ini masih belajar di bangku sekolah.
Elvida Ms
