![]()
Klikbangsa.com-Jakarta. Sangat disayangkan, prilaku arogan oleh seorang ketua RW. 011 di Kelurahan Semper Timur Cilincing Jakarta Utara. Diduga aniaya 5 bocah di bawah umur.
Peristiwa tersebut terjadi di daerah Kampung Sawah Semper Timur, Jakarta Utara. Sabtu. (15/06/2026).
Menurut pengakuan salah seorang warga, RW tersebut kerap kali terjadi dilakukan seorang ketua RW. 011 dan arogansi selama menjabat,” pungkasnya.
Lebih lanjut dikatakan, beberapa korban gamparan yang di lakukan oleh seorang ketua RW. 01, tepat pada saat malam hari, setelah 5 anak tersebut sedang istirahat sehabis jualan di depan rumahnya sendiri.

Kronologis kejadian kekerasan yang diduga dilakukan ketua RW. 01, berawal dari teguran mulut kepada kelima anak tersebut.
Teguran pertama itu tidak di gubris oleh kelima anak tersebut di karenakan kelima anak tersebut berada di depan rumahnya dan bukan didepan rumah ketua RW setempat.
Salah seorang bocah inisial RE (14 tahun) mengatakan, “awalnya ketua RW sempat menegur para korban pada pukul 23.40 WIB.
Mungkin dikarenakan diabaikan, diluar dugaan Pak RW loncat dari jendela keluar dengan melemparkan sebatang kayu, akan tetapi nyangkut diatas genteng, ” jelas sumber.
“Tidak berapa lama, saat terjadi teguran kepada ke 5 bocah tersebut, ketua RW. 011 langsung melompat dari jendela kamarnya dan mengejar 5 anak tersebut hingga mendobrak pintu rumah seorang warga (Bardi) dan juga anaknya korban pemukulan ketua RW,” Ujar RE kepada media.
Tidak hanya Bardi (49) salah satu orang tua korban SR (13) mengungkapkan, “saya kaget pak tiba-tiba SR ( anak saya teriak-teriak sembari gemetar minta tolong, akibat telah di pukul oleh ketua RW. 011.” ungkapnya
“Ayah… ayah, SR di pukul Pak RW, tolong ayah sakit,” ucap Bardi menjelaskan saat anaknya jadi korban kekerasan yang diduga dilakukan ketua RW setempat.
“Imbas kejadian kekerasan ketua RW terhadap 5 anak di bawah umur tersebut terutama pada korban SR yang sempat muntah 2 kali,” pungkas Bardi.
Dengan adanya perlakuan yang tidak pantas yang nota bene diduga di lakukan ketua RW, Bardi kemudian mendatangi rumah Ketua RW bersama keluarga korban untuk meminta klarifikasi.
Dikatakan, saat dimintai penjelasan, Ketua RW sempat membantah tidak melakukan pemukulan,” ujar Bardi.
“Awalnya tidak mengaku. Namun setelah para korban dibawa ke hadapannya dan keluarga mendesak penjelasan, Ketua RW akhirnya mengakui perbuatannya.
Tidak lama kemudian, ketua RW mengakui telah memukul 5 anak tersebut setelah orang tua Bardi mendatangkan anak-anak di hadapan ketua RW tersebut.
Oleh karena itu, Bardi selaku orang tua langsung membuat visum dan melaporkan ketua RW yang telah menganiaya anak saya.
“Saya akan tetap melakukan jalur Hukum,” ucap Bardi kepada media.
(Parulian)
