Spread the love

Loading

Klikbangsa.com-Jakarta. Acara bertajuk “Silaturahmi Kebangsaan dan Ketua LSM di Jakarta” yang digelar LSM Penjara 1 di Gedung Juang, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2025) menuai sorotan. Pasalnya, kegiatan yang tampak megah dengan spanduk penuh logo dukungan LSM, ternyata diduga penuh rekayasa dan patut dipertanyakan kredibilitasnya.

Dari pantauan di lokasi, kehadiran para “tokoh agama” dan “ketua LSM” justru menimbulkan tanda tanya besar. Misalnya, sosok yang disebut sebagai ustadz Jalaludin Tapaul Jahidin, diketahui bukanlah seorang ustadz, melainkan jurnalis media lokal. Hal serupa juga terjadi pada sejumlah tokoh lain yang tampil seolah-olah memiliki kapasitas, padahal tidak jelas rekam jejaknya.

Tak hanya itu, yang tampil sebagai Ketua LSM Sorod dengan sapaan akrab Adi Bau alias Aroma ternyata juga bukanlah seorang ketua LSM resmi, melainkan oknum media online lokal. Namun, dalam acara tersebut ia diberi panggung untuk menyampaikan sambutan layaknya pimpinan LSM.

Lebih janggal lagi, spanduk acara memajang puluhan logo LSM pendukung, termasuk LSM Petir. Namun, ketua LSM Petir sendiri mengaku tidak tahu menahu soal keterlibatan organisasinya. “Aneh, lambang LSM kami dipajang, padahal kami sama sekali tidak ikut serta,” ungkap seorang sumber.

Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya menegaskan, acara itu “penuh rekayasa.” Ia menyebut kredibilitas tokoh agama maupun ketua LSM yang dihadirkan sangat patut dipertanyakan. “Ini bisa dikategorikan kebohongan publik. Penyelenggara, yakni LSM Penjara 1, harus diaudit legalitasnya. Jangan-jangan status hukumnya juga abu-abu,” tegasnya.

Yang tak kalah disorot adalah keterlibatan donatur yang terpampang di spanduk acara, di antaranya Kepolisian RI, Bank BCA, hingga BUMN Petrokimia Gresik. Publik diingatkan agar jangan sampai lembaga besar tersebut ikut terperdaya dengan rekayasa yang dimainkan penyelenggara.

Sumber lain berinisial R menambahkan, sebelumnya LSM Penjara 1 pernah mengajukan proposal bantuan ke sebuah bank. Namun, proposal itu ditolak karena diketahui akta notaris LSM tersebut tidak diperpanjang. “Ini jelas memperlihatkan legalitas mereka bermasalah,” ungkapnya.

Acara yang semestinya mengusung semangat kebangsaan justru dinilai sebagai panggung manipulasi. Kini, publik menunggu langkah tegas aparat terkait untuk menelusuri kebenaran dan legalitas LSM Penjara 1.

Dean martin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *