Spread the love

Loading

Klikbangsa.com (Jakarta) – Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana (Sarpras) rumah susun Nagrak Tahun anggaran 2023 di Jalan Sarang Bango Kelurahan Cilincing Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara saat masih belum selesai sesuai dengan kontrak.

Pasalnya kegiatan tersebut hingga saat ini kegiatan masih berlangsung dan blom bisa dipastikan kapan kegiatan tersebut rampung sesuai dengan yang diharapkan.

Berdasarkan kontrak nomor 1256/RR/02/01 tanggal 20 Desember 2023 mestinya kegiatan yang dianggarkan Tahun Anggaran 2023 sudah harus serah terima pekerjaan namun pakta dilapangan justru sebaliknya.

Hal tersebut diduga tidak sesuai dengan Pakta Integritas yang ditandatangani oleh Pejabat kPembuat Komitment dengan Direktur Pelaksana PT.Sadatahi Jaya Tama dan patut dipertanyakan.
Sebelumnya, sudah berulangkali kali diberitakan, terkait kegiatan pembangunan Sarana dan prasarana rumah susun Nagrak Tahun Anggaran 2023.

Hanya saja Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta melalui Kepala Bidang PRKP dan Juga selaku Pejabat Pembuat Komitment, Ir.Suharyanti mengatakan bahwa kegiatan tersebut perpanjangan kontrak. Kamis. (4/1/2024).

Diketahui, kontrak berakhir terhitung sejak 20 Desember 2023.

Hingga hari ini, Selasa (9/1/2024), kondisi fisik dilapangan belum rampung dan kegiatan masih berlangsung.

Penyebab lambatnya pekerjaan tersebut belum dikehui, namun berdasarkan rumor yang berkembang, proyek tersebut terkesan dipaksakan (kejar tayang), dan dikhawatirkan “sal jadi” dan akan berdampak pada kualitas dan mutu pekerjaan.

Sekjen LSM- Gerakan Cinta Indonenesia (LSM-GRACIA), Hisar Sihotang angkat bicara, jadwal proses tender pembangunan sarana prasarana Rumah Susun Nagrak terkesan dipaksakan dan mengabaikan Instruksi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 129 Tahun 2022 tentang Pengumuman Rencana Umum Pengadaan dan Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Tahun Anggaran 2023.

Dikatakan, pada bagian kesatu huruf b angka (1) dinyatakan, para Pejabat Pembuat Komitmen pada Perangkat Daerah menjadwalkan pelaksanaan kegiatan pengadaan barang/jasa guna menjaga pelaksanaan kegiatan sesuai rencana pengadaan dengan beberapa kategori,”sambungnya.

“Ketegori 2 adalah kategori yang yang mencakup kegiatan dengan pagu anggaran kurang dari Rp 15 miliar dan waktu pelaksanaan pekerjaan lebih dari 4 bulan, ditayangkan pada pengumuman tender paling lambat akhir bulan April 2023,” ujarnya.

Lebih lanjut kata Hisar, untuk Kategori 4 adalah, kategori yang yang mencakup kegiatan dengan pagu anggaran kurang dari Rp 15 miliar dan waktu pelaksanaan pekerjaan kurang dari 4 bulan ditayangkan pada pengumuman tender paling lambat akhir bulan Juni 2023.

Hasil pencarian tender pembangunan Sarpras Rusunawa Nagrak TA 2023 pada situs lpse.jakarga.go.id, diketahui bahwa pengumuman pascakualifikasi dilaksanakan mulai dari 12 Agustus 2023 sampai penandatanganan kontrak 2 Oktober 2023 dengan 36 kali perubahan.

Sementara, kondisi fisik pekerjaan Sarpras Rusun Nagrak TA 2023 sampai saat ini, Selasa (9/1/2024), diperkirakan 90 persen.

Diketahui sebelumnya, tender ini diikuti 124 peserta, dan hanya 10 peserta yang memasukkan penawaran yakni PT. Sadatahi Jaya Tama yang berada di urutan ke enam dan ditetapkan sebagai pemenang kontrak dengan harga penawaran Rp12,175 miliar atau 84,70 persen dari nilai HPS Rp14,374 miliar.

Hisar mengatakan, akan terus mengawal dan memantau pelaksanaan pekerjaan sempai dengan kontrak awal selesai.

Jika, nantinya ditemukan penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan Pemrov DKI Jakarta, kami tidak segan-segan melaporkan kepada aparat penegak hukum,” tegasnya.

Untuk itu, dirinya mendesak Inspektorat Provinsi DKI Jakarta untuk mengevaluasi kegiatan pembangunan sarana dan prasarana yang dibiayai uang rakyat dan memastikan kualitas pekerjaan yang dipihak ketigakan benar benar sesuai dengan yang diharapkan untuk digunakan warga rusunawa Nagrak sesuai dengan janji PJ.Gubernur DKI Jakarta Heru Budi bersama jajarannya pada saat penanaman pohon 200 diantaranyaPule, Flamboyan dan Spathodea. Kamis (26/10/2023),” tutupnya. Selasa, (9/1/2024).

Kepala Bidang Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta Ir,Suharyanty, M.T, selaku Kepala Bidang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Sarana Prasarana Rumah Susun Nagrak, Kecamatan Cilincing Jakarta Utara, saat dihubungi lewat Aplikasi WhatsApp miliknya, dengan singkat menjawab, “perpanjangan”. Kamis, (4/12024), tepat pukul 16:35 Wib.

Diwaktu yang berbeda, Humas PT. Sadatahi Jaya Tama, Erwin saat dihubungi terkait kegiatan sarana dan prasarana Rusun Nagrak Tahun Anggaran 2023 dengan enteng menjawab, “mantap, Finishing udah mau selesai jelasnya lewat aplikasi WhatsApp miliknya. Kamis, (4/1/2024), tepat pikul 14:44 Wib.

Pantauan dilapangan, diperkirakan kegiatan tersebut akan memakan waktu paling tidak akhir January Tahun 2024 belum lagi pemasangan kramik dan termasuk pekerjaan tanaman dan pekerjaan lain-lainnya.

Ironisnya lagi, tampak sejumlah pekerja tidak menggunakan K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) maupun mengabaikannya.

Safety adalah upaya yang dilakukan saat melakukan aktivitas pekerjaan untuk menghindari segala macam bahaya yang mungkin terjadi, sehingga keselamatan diri dan sejumlah pekerja dilapangan.

Saat dipertanyakan terkait pemasangan kramik, kenapa belum kunjung dikerjakan, padahal sudah dilakukan perpanjangan kontrak.

Menurut penjelasan salah seorang pelaksana dilapangan dan tidak disebutkan namanya, “Pemasangan kramik tidak dilakukan sesuai dengan adanya perubahan pekerjaan proyek konstruksi dalam CCO (Contract change order), dirinya berharap sebelum tanggal 15 Januari 2024 diharapkan sudah selesai terangnya. Senin (8/1/2024) tepat pukul 15.08 Wib.

(Parulian/Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *