Spread the love

Loading

Klikbangsa.com-Jakarta. Pramono Anung melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 884 pejabat administrator, pengawas, ketua kelompok, ketua subkelompok, hingga kepala puskesmas di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (20/5). Pelantikan yang berlangsung di Balai Kota Jakarta tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat birokrasi dan tata kelola pemerintahan berbasis sistem merit yang adil, transparan, dan akuntabel.

Dalam sambutannya, Pramono menegaskan bahwa tantangan Jakarta sebagai kota metropolitan semakin kompleks di tengah dinamika global yang terus berkembang. Karena itu, jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI dituntut mampu bergerak cepat, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.“Kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial harus tetap menjadi prioritas utama,” ujar Pramono.

Ia juga meminta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang adaptif dan kolaboratif, sekaligus menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik.

“Bangun budaya dan etos kerja yang sehat serta kondusif. Berikan pelayanan publik yang cepat, nyaman, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jakarta,” katanya.

Pelantikan kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 dan menjelang Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta. Momentum tersebut, menurut Pramono, menjadi pengingat penting bagi seluruh jajaran birokrasi untuk terus memperkuat integritas dan akuntabilitas pemerintahan.

“Hari ini kita diingatkan untuk melanjutkan perjuangan dengan memantapkan langkah ke depan demi mewujudkan masyarakat Jakarta yang sejahtera,” ucapnya.

Pramono mengungkapkan, mayoritas pejabat yang dilantik merupakan hasil mutasi dan promosi berdasarkan kompetensi dan kinerja. Ia menegaskan bahwa manajemen ASN harus dijalankan secara profesional dan proporsional sesuai kapasitas masing-masing pegawai.

“Saya selalu menyampaikan kepada Pak Sekda agar tidak ada jabatan kosong di Pemerintah DKI Jakarta. Organisasi akan sehat jika seluruh jabatan terisi sesuai kapasitas, kemampuan, dan profesionalitas pejabat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pramono memastikan penerapan merit system akan terus menjadi fokus utama dalam kepemimpinannya. Menurut dia, penempatan aparatur yang tepat menjadi fondasi penting untuk menciptakan pelayanan publik yang responsif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan warga.

“Dalam era kepemimpinan saya, merit system benar-benar dijalankan. Karena itu, pengisian jabatan di Pemerintah DKI Jakarta relatif berjalan tenang, nyaman, dan baik,” tutupnya.

(Day)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *