Spread the love

Loading

Klikbangsa.com (TNI Angkatan Laut, Tanjungpinang) – Rumah Sakit TNI AL (Rumkital) Dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang memberikan materi Praktik Klinik Kesehatan Matra Laut kepada 78 Mahasiswa Prodi D III Keperawatan semester 4 Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Tanjungpinang, dengan narasumber Wakaru Watkitlam Lettu Laut (K) Hendry Suryanto, Amd.Kep., yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Pulau Serasan dan Ruang Chamber Rumkital Dr. Midiyato Suratani, Jln. Ciptadi No. 01 Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Kamis (17/11/2022)

Dalam materinya, narasumber menyampaikan bahwa Terapi Oksigen Hiperbarik (TOHB) adalah salah satu metode pengobatan yang dilakukan dengan cara memberikan oksigen murni di dalam ruangan khusus bertekanan udara tinggi, untuk dihirup pasien, terapi oksigen hiperbarik dilakukan di ruangan khusus yang dapat meningkatkan tekanan udara hingga tiga kali tekanan atmosfer normal, indikasi diberikan TOHB adalah pasien dengan emboli udara atau gas, anemia, infeksi bakteri, keracunan karbon monoksida, Crush Injury, penyakit dekompresi, osteomielitis, gangren, post ops fraktur dan stroke.

“Kontra indikasi absolut pada terapi TOHB yaitu Pneumothorax yang tidak diobati, jika mungkin, usahakan pengobatan pneumothorax dengan operasi sebelum pemberian terapi HBO untuk mengurangi hambatan pengobatan, selajutnya kanker, kehamilan serta penyakit menular seperti TBC dan Hepatitis”, ungkap Lettu Hendry.

Lebih lanjut narasumber menjelaskan kontra indikasi relatif pada TOHB yaitu beberapa keadaan yang memerlukan perhatian, untung dan ruginya kondisi pasien, seperti infeksi respirasi atas cenderung untuk otobarotrauma dan tekanan pada sinus, penyakit ISPA, penyakit kejang, empisema dengan retensi CO2 karena pasien dengan kesulitan ini dapat mengembangkan pneumothorax ke arah rupturnya bula empisema selama HBO, sebelum pengobatan foto dada dapat menghindarkan hal tersebut di atas.

“Yang perlu diperhatikan dalam pemberian TOHB pada pasien adalah pengkajian sebelum terapi diberikan, yaitu kecemasan dan ketidaknyamanan, nyeri, resiko cidera, resiko barotrauma, resiko toksitas O2, untuk dapat menghilangkan dan menurunkan kecemasan yang berlebihan pada pasien, pada saat persiapan instruksikan falsafah dan relaksasi, serta menginformasikan ketentuan pelaksanaan pada TOHB, dan yang tidak kalah pentingnya adalah Informed consent sebelum terapi diberikan serta pencatatan dan pendokumentasian karena merupakan prinsip dalam etika sebelum melakukan tindakan”, tegas Lettu Hendry.

Dosen Poltekes Kemenkes Tanjungpinang yang turut hadir dalam kegiatan tersebut Ns. Meisa Daniati, M.Kep., selaku Koordinator Mata Kuliah Kesehatan Matra Laut dan Dosen pembimbing Dewi Puspa Rianda, S.ST., MPH.

Salah satu layanan unggulan yang dimiliki Rumkital Dr. Midiyato Suratani adalah Chamber/Hiperbarik yang terus dikembangkan, selain itu Rumkital Dr. Midiyato Suratani berkomitmen memberikan bimbingan Praktek Klinik Kesehatan Matra Laut, hal ini terkait dengan program pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengabdian masyarakat di Civitas Hospitalia Rumkital Dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang, serta merupakan tanggungjawab bersama dalam rangka memajukan pendidikan dan kesehatan untuk kemakmuran masyarakat Provinsi Kepulauan Riau. (HUMAS MDT)

(M.NUR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *