Spread the love

Loading

Klikbangsa.com-Jakarta. ST Burhanuddin kembali menorehkan prestasi. Dalam Malam Anugerah Komisi Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2026, Jaksa Agung menerima penghargaan bergengsi Special Award “Lifetime Achievement” atas dedikasi dan pengabdiannya dalam memperkuat institusi penegakan hukum di Indonesia.

Acara penghargaan yang digelar Senin malam, 25 Mei 2026, di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Jakarta Selatan itu berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh nasional, mulai dari Menteri Politik dan Keamanan RI Djamari Chaniago, Ketua Komisi Kejaksaan RI Pujiyono Suwadi, hingga Anggota Komisi III DPR RI Mangihut Sinaga.

Dalam sambutannya, ST Burhanuddin menyampaikan apresiasi kepada Komisi Kejaksaan RI dan Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA) atas terselenggaranya ajang penghargaan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat integritas, profesionalisme, dan dedikasi insan Adhyaksa.“Momentum ini bukan sekadar seremoni penghargaan biasa, melainkan sebuah wadah krusial untuk memperkuat semangat integritas, profesionalisme, dan dedikasi pengabdian insan Adhyaksa,” ujar Jaksa Agung.

Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan eksternal yang dijalankan Komisi Kejaksaan RI sebagai mekanisme menjaga objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas penegakan hukum. Menurutnya, pengawasan bukan sesuatu yang harus dihindari, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas institusi.

“Sinergi antara pengawasan, profesionalitas, dan integritas akan menjadi kekuatan utama Kejaksaan menghadapi dinamika hukum serta tuntutan masyarakat yang terus berkembang,” tambahnya.

Dalam ajang tersebut, Komisi Kejaksaan RI memberikan penghargaan kepada sejumlah Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri berdasarkan capaian kinerja sepanjang 2024 hingga 2025. Penilaian dilakukan melalui berbagai indikator, seperti penanganan perkara tindak pidana korupsi, respons terhadap laporan pengaduan masyarakat, hingga tingkat kepuasan publik terhadap pelayanan hukum.

Jaksa Agung menekankan bahwa keberhasilan institusi penegak hukum tidak semata-mata diukur dari banyaknya perkara yang ditangani. Lebih dari itu, kemampuan menghadirkan rasa keadilan, kepastian hukum, dan manfaat nyata bagi masyarakat menjadi ukuran utama.

“Kepercayaan publik adalah parameter penting karena legitimasi institusi penegak hukum ditentukan oleh integritas dan profesionalisme aparaturnya,” tegasnya.

Tak hanya penghargaan bagi satuan kerja, Malam Anugerah Komisi Kejaksaan RI 2026 juga memberikan apresiasi kepada individu berprestasi, baik jaksa maupun ASN non-jaksa. Penilaian dilakukan berdasarkan capaian kinerja, rekam jejak disiplin, hingga kontribusi dalam pelaksanaan restorative justice.

Menutup sambutannya, ST Burhanuddin mengingatkan bahwa penghargaan bukan akhir dari pencapaian, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan hukum.“Prestasi harus menjadi motivasi untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi, bukan justru membuat cepat puas,” pungkasnya.

Fridolin Situmorang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *