Spread the love

Loading

Klikbangsa.com-Jakarta. ST Burhanuddin resmi membuka Seminar Hukum Internasional dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-75 Persatuan Jaksa Indonesia di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Seminar tersebut mengangkat tema turbulensi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Dalam sambutannya, Jaksa Agung menyoroti penurunan tajam IHSG pada akhir Januari 2026 yang sempat memicu penghentian perdagangan atau trading halt di pasar modal Indonesia. Kondisi itu dipicu peringatan dari MSCI terkait rendahnya transparansi struktur kepemilikan saham dan minimnya porsi saham publik di Indonesia.

Menurut Jaksa Agung, gejolak IHSG memberikan dampak luas terhadap perekonomian nasional, mulai dari melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat, naiknya bunga Surat Berharga Negara, hingga meningkatnya inflasi yang berdampak pada daya beli masyarakat.

“Persoalan ini bukan sekadar masalah pasar modal, tetapi sudah menyentuh stabilitas nasional yang bersifat multidimensi,” ujar ST Burhanuddin.

Ia menegaskan, Kejaksaan mendorong pendekatan hukum yang lebih modern dan komprehensif untuk menghadapi kejahatan ekonomi kerah putih yang semakin kompleks. Salah satu solusi yang ditawarkan yakni optimalisasi mekanisme denda damai atau schikking guna mempercepat pemulihan kerugian negara.

Menurutnya, mekanisme tersebut dinilai lebih efektif dibanding pendekatan hukum konvensional yang hanya berfokus pada penghukuman semata. Keberhasilan penerapan denda damai sebelumnya juga telah dibuktikan melalui penanganan perkara minyak goreng oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada 2023.

Jaksa Agung berharap denda damai ke depan dapat menjadi instrumen hukum yang memberi kepastian bagi pelaku pasar sekaligus menghadirkan efek jera yang proporsional.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara aparat penegak hukum, Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, dan otoritas moneter untuk memperkuat tata kelola pasar modal yang transparan dan berintegritas.

Seminar ini turut menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya Managing Director MSCI Research & Development Raman Aylur Subramanian, Pjs Direktur Utama BEI Jefri Hendrik, ekonom Fithra Hastiadi, serta Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Boyamin Saiman.

Fridolin Situmorang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *