Spread the love

Loading

klikbangsa.com Jakarta, 4 Juni 2025 – Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, mengimbau para kepala sekolah untuk mengaktifkan bank sampah di lingkungan sekolah sebagai upaya menanamkan kesadaran pengelolaan lingkungan sejak dini.

Imbauan tersebut disampaikan saat kegiatan pembahasan pengaktifan bank sampah di lingkungan sekolah, yang dihadiri sekitar 200 kepala sekolah, bertempat di Ruang Serbaguna Utama, Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Selasa (3/6).

“Saya mendorong para kepala sekolah dan guru agar tidak hanya memberikan pendidikan intelektual, tetapi juga pendidikan lingkungan, salah satunya melalui pengelolaan dan pengaktifan bank sampah di sekolah,” ujar Arifin.

Ia menekankan, pengelolaan sampah melalui bank sampah dapat menjadi langkah konkret untuk mengurangi jumlah sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Saat ini, total sampah yang dikirim dari seluruh Jakarta mencapai sekitar 7.500 ton per hari, dan dari Jakarta Pusat sendiri sekitar 2.000 ton per hari.

Dalam kesempatan itu, Arifin turut mengapresiasi presentasi dari SD Santa Ursula yang dinilai berhasil dalam mengelola sampah di lingkungan sekolah. Program tersebut telah berlangsung cukup lama, sehingga nilai-nilai peduli lingkungan sudah tertanam dan menular ke para siswa, bahkan hingga ke luar lingkungan sekolah.

“Dari total 508 sekolah di Jakarta Pusat, baru 106 sekolah yang sudah aktif mengelola sampah. Ini berarti belum mencapai setengahnya. Kami akan terus mendorong sekolah-sekolah lain untuk turut menerapkan pola hidup sehat dan ramah lingkungan dengan mengaktifkan bank sampah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arifin berharap pada tahun ini semakin banyak sekolah yang menginisiasi bank sampah agar kontribusi sampah dari wilayah Jakarta Pusat dapat terus ditekan.

“Pengelolaan sampah yang baik tentu akan berdampak positif terhadap kesehatan lingkungan sekitar,” ucapnya

Angelia EMS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *