![]()
klikbangsa.com Kabupaten Toba.Dari jendela-jendela besar Aula SMA Unggul Del di Sitoluama, bentang Danau Toba membiru di kejauhan. Tapi hari itu, Rabu (8/10), yang lebih mencuri perhatian adalah semangat para siswa yang menyambut hadirnya tokoh-tokoh penting dari Jakarta dalam program “Sekolah Garuda: Harapan Baru Pendidikan”.
Program yang digagas bersama oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini bukan sekadar seremonial. Ia adalah upaya menanamkan kepemimpinan, karakter, dan inovasi sejak dini kepada pelajar Indonesia dari pelosok dan untuk masa depan.
Turut hadir dalam acara itu Wakil Menteri Kesehatan, Prof. Dante Saksono Harbuwono, yang datang bersama jajaran pejabat Kemenkes dan Kemendikbudristek. Tampak pula Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Fritz Edward Siregar, serta unsur Forkopimda dan pejabat daerah Kabupaten Toba.
Dari lingkungan akademik, hadir Rektor Institut Teknologi Del, Arnaldo Sinaga, dan Kepala SMA Unggul Del, Arini Desianti Parawi, bersama seluruh dewan guru dan siswa.
Di hadapan ratusan pelajar SMA Unggul Del, Prof. Dante tampil bukan hanya sebagai pejabat negara, tapi juga sebagai pendongeng masa depan. Ia mengajak para siswa untuk tidak takut berbeda.
“Garuda tidak pernah terbang dalam formasi burung pipit,” ucapnya lantang. “Ia terbang tinggi sendirian, menatap masa depan. Jadilah garuda—transformasi yang berani dan bercahaya bagi sesama.”
Sementara Wakil Bupati Toba, dalam sambutannya, menekankan pentingnya integritas dalam pendidikan karakter. “Belajarlah dengan baik,” katanya, “tetapi jadilah pribadi yang tulus dan dapat dipercaya.”
Program Sekolah Garuda menjadi simbol sinergi dua kementerian dalam mencetak generasi baru: cerdas secara akademik, kuat dalam karakter, dan berani berinovasi. Dalam lanskap pendidikan nasional yang kerap terjebak pada angka dan peringkat, inisiatif semacam ini menghadirkan harapan: bahwa pendidikan tak hanya soal nilai, tapi juga soal nilai-nilai.
SMA Unggul Del, sekolah yang dirintis oleh tokoh teknologi Indonesia, B.J. Habibie, kembali menjadi pionir. Kali ini, sebagai rumah bagi kelahiran “Garuda-Garuda Muda” pelajar yang bukan hanya cakap berpikir, tetapi juga siap menatap langit luas dengan sayap integritas dan keberanian.
Di tepi Danau Toba, angin pagi itu membawa lebih dari sekadar kabar baik. Ia membawa harapan baru bagi wajah pendidikan Indonesia.
Elvida MS
