![]()
klikbangsa.com Boyolali – Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Reda Manthovani menegaskan bahwa Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) menjadi instrumen strategis dalam mempercepat pencapaian Asta Cita, khususnya di tingkat desa dan kelurahan.
Penegasan tersebut disampaikan Jamintel saat memberikan sambutan pada Lokakarya Desa/Kelurahan Berprestasi dalam rangka Peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026, yang digelar di Kabupaten Boyolali, Rabu (14/1/2026).
Dalam forum tersebut, Jamintel mengungkapkan meningkatnya tren perkara tindak pidana korupsi (tipikor) yang melibatkan kepala desa dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data statistik, tercatat 187 kasus pada 2023, meningkat menjadi 275 kasus pada 2024, dan melonjak tajam hingga 535 kasus pada 2025.
“Peningkatan ini menjadi alarm serius perlunya penguatan pengawasan dan pendampingan tata kelola keuangan desa,” tegas Jamintel.
Ia menekankan bahwa Kejaksaan berkomitmen mendukung program prioritas nasional melalui fungsi intelijen yang bersifat preventif dan pengamanan pembangunan, agar seluruh program berjalan sesuai hukum, tertib administrasi, serta bebas dari penyimpangan.
“Pencegahan jauh lebih efektif daripada penindakan. Ketika aparatur desa memiliki pemahaman hukum yang baik, potensi penyimpangan bisa ditekan sejak dini,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Kejaksaan terus memperkuat Program Jaga Desa melalui pengembangan aplikasi Real Time Monitoring Village Management Funding, yang terintegrasi dengan SISKEUDES milik Kemendagri dan SIMKOPDES milik Kementerian Koperasi. Integrasi ini ditujukan untuk memastikan pengelolaan dana desa dan aset publik dilakukan secara transparan, akuntabel, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain itu, Kejaksaan juga membangun sinergi lintas sektor melalui Nota Kesepahaman (MoU) dengan berbagai kementerian, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta Kementerian Koperasi, guna menyelaraskan kebijakan dan memberikan kepastian hukum bagi pembangunan serta iklim investasi di daerah.
Menutup sambutannya, Jamintel mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan peringatan Hari Desa Nasional sebagai momentum memperkuat kolaborasi demi terwujudnya pemerintahan desa yang bersih, efektif, dan berintegritas.
fridolin MH
