![]()
klikbangsa.com-Balige. Remaja Indonesia, Boanerges Ratag, mencetak prestasi gemilang dalam ajang APB-UIM Endurance World Championship Grand Prix of Indonesia yang digelar di Balige, Danau Toba. Di usia 16 tahun, Ratag memimpin klasemen sementara dan semakin dekat dengan gelar Juara Dunia pertamanya.
Hari Pertama: Konsistensi Bawa ke Puncak
Pada Rabu (13/8), Ratag tampil impresif di dua balapan awal, Moto 1 dan Moto 2. Meski melawan pebalap-pebalap berpengalaman dari sembilan negara, ia berhasil finis kedua di kedua sesi tersebut. Hasil ini cukup untuk menempatkannya di puncak klasemen sementara, unggul tipis satu poin dari pebalap Portugal, Lino Araujo.
Hari Kedua: Dominasi di Moto 3, Strategi Aman di Moto 4
Kamis pagi (14/8), Ratag tampil luar biasa di Moto 3. Ia memimpin sejak awal dan finis dengan keunggulan 19,5 detik atas Araujo — selisih waktu yang luar biasa di level dunia. Sore harinya, Araujo membalas di Moto 4, namun Ratag tetap bermain cerdas dan finis kedua, menjaga keunggulan satu poin di klasemen.
“Saya tidak pernah menyangka bisa meraih kemenangan di negara sendiri. Rasanya luar biasa,” ujar Ratag usai balapan Moto 3.
Peluang Cetak Sejarah
Dengan dua balapan tersisa, Boanerges Ratag kini berpeluang:
- Menjadi pembalap Indonesia pertama yang menjuarai Kejuaraan Dunia Endurance.
- Menjadi juara termuda dalam sejarah kejuaraan ini.
Setelah musim debut yang penuh pembelajaran tahun lalu (finis ke-11), dan gelar juara nasional Aquabike Jetski Indonesia pada Desember, musim ini menjadi pembuktian besar bagi Ratag.
Dukungan ribuan penonton di tepi Danau Toba menjadi kekuatan moral tersendiri bagi sang remaja. Euforia publik tuan rumah diharapkan mampu memberi dorongan ekstra menuju sejarah.
Elvida MS
