Spread the love

Loading

Klikbangsa.com-Jakarta. Plt. Wakil Jaksa Agung RI, Prof. Dr. Asep N. Mulyana, tampil sebagai pemateri utama dalam kegiatan Kuliah Kerja Profesi (KKP) Sespimti Polri Dikreg ke-35 Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Gedung Utama Kejaksaan Agung,  Dalam forum strategis tersebut, ia menyampaikan pentingnya kepemimpinan nasional yang berlandaskan integritas dan sinergi lintas lembaga.

Dalam paparannya, Asep menegaskan bahwa tantangan global yang semakin kompleks—mulai dari konflik internasional hingga ancaman krisis akibat fenomena alam—menuntut hadirnya pemimpin yang adaptif dan kolaboratif. Ia menekankan bahwa kepemimpinan strategis menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan, kedaulatan energi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

“Kejaksaan berkomitmen penuh mendukung Misi Asta Cita, khususnya dalam memperkuat sistem keamanan negara dan kemandirian bangsa,” ujarnya di hadapan para peserta.

Sebagai wujud nyata, Kejaksaan telah menjalankan berbagai program unggulan, di antaranya Jaksa Mandiri Pangan untuk menjaga stabilitas stok pangan nasional, Jaga Desa (Jaksa Garda Desa) guna memastikan pengelolaan dana desa tepat sasaran, serta pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi biru di wilayah pesisir.

Namun demikian, Asep juga mengingatkan adanya tantangan serius dalam pembangunan nasional, seperti potensi kebocoran anggaran dan modus penipuan yang semakin canggih. Untuk itu, Kejaksaan menerapkan strategi komprehensif melalui pendekatan preventif dan represif.

“Pendampingan sejak tahap perencanaan proyek menjadi langkah penting, disertai penegakan hukum yang tegas dan tidak pandang bulu,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penegakan hukum tidak hanya berorientasi pada pemberian sanksi, tetapi juga harus mampu memulihkan kerugian negara secara maksimal.

Capaian Kejaksaan pun terbilang signifikan. Melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara serta Satgas PKH, negara berhasil memulihkan keuangan lebih dari Rp149 triliun. Sementara itu, Bidang Intelijen dan Tindak Pidana Khusus terus berperan aktif dalam pengamanan pembangunan strategis nasional.

Asep menilai, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan kolaboratif antara Kejaksaan, Polri, dan TNI sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional.

Menutup paparannya, ia menyampaikan pesan dari Jaksa Agung kepada para peserta Sespimti Polri agar menjadi motor penggerak perubahan yang peka terhadap dinamika krisis.

“Kepemimpinan masa depan harus mampu menyatukan visi dan kekuatan antarlembaga agar Indonesia tetap tangguh, berdaulat, dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.

Dengan sinergi yang kuat, diharapkan Indonesia mampu melangkah mantap menuju satu abad kemerdekaan dengan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan.

Fridolin Situmorang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *