Spread the love

Loading

Klikbangsa.com-Jakarta. Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, memberikan pembekalan langsung kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXXIII (83) Gelombang I Tahun 2026 di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Jakarta.

Dalam arahannya, Jaksa Agung menegaskan bahwa PPPJ bukan sekadar proses pendidikan formal, melainkan gerbang pengabdian dan momentum transformasi penting bagi para calon jaksa sebelum mengemban amanah negara.

“Diklat ini bukan hanya soal menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, pola pikir, dan pola kerja yang sesuai dengan tanggung jawab besar seorang Jaksa,” ujar Burhanuddin.

Menurutnya, para peserta harus memanfaatkan masa pendidikan sebagai kawah candradimuka untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan penegakan hukum di masa depan.

Jaksa Agung menjelaskan bahwa seorang Jaksa memiliki peran yang sangat luas, tidak hanya sebagai Penuntut Umum. Jaksa juga dituntut mampu menjalankan fungsi penyidikan tindak pidana korupsi, intelijen penegakan hukum, Pengacara Negara, hingga pemulihan aset negara.

Karena itu, kecerdasan intelektual saja dinilai tidak cukup. Burhanuddin menekankan pentingnya integritas, kemampuan beradaptasi, jiwa korsa, hati nurani, profesionalisme, serta adab dan etika sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas.“Integritas adalah kesesuaian antara perkataan, tindakan, dan nilai kebenaran. Inilah benteng utama dalam menghadapi berbagai intervensi dan tantangan penegakan hukum,” katanya.

Ia menilai keberanian dan integritas institusional menjadi faktor yang membuat Kejaksaan saat ini memperoleh tingkat kepercayaan publik yang tinggi, terutama dalam penanganan perkara-perkara besar yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Selain integritas, Jaksa Agung juga menyoroti pentingnya nilai adaptif. Para calon Jaksa harus siap ditempatkan di berbagai daerah dengan karakteristik masyarakat dan budaya yang berbeda. Penempatan tugas nantinya akan dilakukan berdasarkan kebutuhan institusi dengan prinsip yang adil, transparan, dan terukur.

Di hadapan peserta PPPJ, Burhanuddin turut mengingatkan pentingnya jiwa korsa dan soliditas sebagai bentuk persaudaraan serta loyalitas antarpegawai. Namun, ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan tidak boleh digunakan untuk melindungi rekan yang melakukan pelanggaran.

Lebih lanjut, Jaksa Agung menekankan bahwa penegakan hukum harus tetap berlandaskan hati nurani. Menurutnya, hukum yang hanya berorientasi pada kepastian tanpa mempertimbangkan nilai kemanusiaan berpotensi menjauh dari rasa keadilan masyarakat.

“Keadilan dan hati nurani tidak tertulis dalam buku atau teks undang-undang, tetapi tertanam dalam sanubari setiap Jaksa,” tuturnya.

Dalam menghadapi perkembangan zaman, Burhanuddin juga mengingatkan para calon Jaksa agar bijak dalam menggunakan media sosial dan menjaga gaya hidup. Ia meminta seluruh insan Adhyaksa menghindari perilaku bermewah-mewahan, komentar provokatif, maupun penyebaran informasi yang belum terverifikasi.Menurutnya, status sebagai Jaksa melekat setiap saat, bahkan ketika tidak mengenakan atribut kedinasan.“Kecerdasan intelektual yang tinggi akan sia-sia jika tidak diiringi dengan adab dan etika yang baik. Kombinasi kecerdasan, adab, dan etika akan menghasilkan penegakan hukum yang memberikan kepastian, kemanfaatan, dan keadilan bagi masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Jaksa Agung juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Leobard Eben Ezer Simanjuntak, beserta seluruh jajaran atas kerja keras dalam menyelenggarakan rangkaian pendidikan dan pelatihan hingga penutupan nanti.Menutup arahannya, Burhanuddin berpesan agar para calon Jaksa siap mengabdi tanpa pamrih dan tidak memilih-milih tempat penugasan.

“Jadilah Jaksa yang siap berjuang di mana pun ditempatkan. Kesetiaan pada amanah dan tanggung jawab adalah kunci utama dalam pengabdian kepada bangsa dan negara,” ucapnya

Fridolin Situmorang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *