![]()
Klikbangsa.com Cibinong, 5 Juni 2025 – Di tengah hiruk-pikuk rumah sakit, sebuah pemandangan penuh makna menyita perhatian di RS Sentra Medika Cibinong. Seorang pria tunanetra dengan tongkat putih di tangan tampak berdiri tegak di samping ranjang pasien—dialah Pak Banuara, agen Perisai dari wilayah Cempaka Mas. Meski kehilangan penglihatannya, semangat dan dedikasinya justru lebih terang dari siapa pun.
Pak Banuara hadir untuk satu misi mulia: mendampingi seorang peserta BPJS Ketenagakerjaan sektor Bukan Penerima Upah (BPU) yang menjadi korban kecelakaan kerja. Sang peserta, yang kini dirawat intensif dan tampak lemah dengan lengan tergantung di penyangga, tak sendiri. Ia ditemani oleh sosok yang tak hanya hadir secara fisik, tapi juga menyuntikkan kekuatan moral luar biasa.
Dalam keheningan ruang rawat, kehadiran Pak Banuara menjadi simbol ketulusan, bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berbuat lebih bagi sesama. Ia bukan hanya agen Perisai, ia adalah inspirasi hidup tentang arti peduli dan melayani sepenuh hati.
Langkah Pak Banuara ini menjadi bukti bahwa semangat inklusivitas dan empati sosial benar-benar hidup dalam jiwa para agen Perisai. Di tengah berbagai dinamika layanan publik, kisah seperti ini mengingatkan kita bahwa sentuhan kemanusiaan tetaplah yang paling berarti.
Di era digital yang kerap penuh sorotan kontroversi, kisah Pak Banuara adalah angin segar yang menyejukkan. Ia layak menjadi inspirasi bukan hanya bagi sesama penyandang disabilitas, tetapi bagi kita semua.
Angelia EMS
