Spread the love

Loading

klikbangsa.com  – Satuan Pelaksana (Satpel) Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Johar Baru terus mempercepat perbaikan saluran drainase lingkungan untuk mengantisipasi genangan saat musim hujan. Memasuki semester kedua tahun 2026, pekerjaan difokuskan pada rehabilitasi saluran yang merupakan tindak lanjut usulan warga melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2025.

Kepala Satpel SDA Kecamatan Johar Baru, Rudi, ST, menegaskan, seluruh pekerjaan yang tengah berlangsung bukan pembangunan saluran baru, melainkan perbaikan saluran eksisting. Pekerjaan meliputi pengurasan sedimentasi, rehabilitasi konstruksi, hingga penggantian tutup saluran yang rusak agar fungsi drainase kembali optimal.

“Mayoritas pekerjaan tahun ini merupakan usulan Musrenbang 2025. Kami fokus memperbaiki saluran, melakukan pengurasan, dan mengganti tutup saluran yang rusak sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Rudi.

Ia menjelaskan, pekerjaan tersebar di empat kelurahan di wilayah Kecamatan Johar Baru. Hingga pertengahan 2026, rehabilitasi saluran di tiga kelurahan telah selesai, sementara pengerjaan kini dipusatkan di Kelurahan Johar Baru, khususnya di wilayah RW 11 dan RW 4.

Meski panjang setiap titik pekerjaan hanya berkisar antara 80 hingga 105 meter, Rudi menilai manfaatnya sangat signifikan. Perbaikan tersebut mampu memperlancar aliran air, mengurangi penumpukan sedimentasi, serta menekan potensi genangan saat hujan dengan intensitas tinggi.

Rudi juga memastikan seluruh pekerjaan telah dibagi sesuai kewenangan agar tidak tumpang tindih dengan Suku Dinas SDA maupun Suku Dinas Perumahan. Setiap usulan Musrenbang terlebih dahulu diverifikasi sebelum ditetapkan instansi yang bertanggung jawab melaksanakannya.

Untuk pekerjaan skala lingkungan, Satpel SDA Johar Baru tidak menggunakan jasa kontraktor. Material disiapkan oleh Suku Dinas SDA sesuai kebutuhan di lapangan, sedangkan seluruh proses pengerjaan dilakukan langsung oleh personel Satpel SDA.

“Kami mengajukan kebutuhan material sesuai volume pekerjaan. Setelah material tersedia, tim langsung bergerak mengerjakan di lapangan,” jelasnya.

Di lapangan, Satpel SDA masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah keberadaan bangunan maupun berbagai benda yang berdiri di atas saluran air sehingga menghambat proses perbaikan.

Karena itu, koordinasi dengan pengurus lingkungan terus dilakukan agar hambatan tersebut dapat diselesaikan tanpa mengganggu jalannya pekerjaan.

“Kami selalu berkoordinasi dengan RT, RW, dan pihak kelurahan. Jika ada bangunan atau barang yang menghalangi saluran, kami minta dipindahkan terlebih dahulu agar pekerjaan dapat berjalan aman dan lancar,” katanya.

Rudi berharap seluruh pekerjaan hasil Musrenbang Tahun 2025 dapat dituntaskan sebelum akhir 2026. Di luar program yang telah direncanakan, Satpel SDA Johar Baru juga tetap siaga menangani kerusakan saluran yang bersifat darurat sebagai langkah cepat mencegah munculnya genangan di permukiman warga.

Percepatan rehabilitasi drainase ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengendalian air di kawasan permukiman Johar Baru, sehingga risiko genangan dapat ditekan dan masyarakat merasakan lingkungan yang lebih aman, bersih, serta nyaman saat musim hujan tiba.

Elvida MS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *