Spread the love

Loading

 

Klikbangsa.com-Riau. Pemerintah secara resmi memulai relokasi lahan masyarakat dari Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melalui kegiatan yang dilaksanakan Tim Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, Sabtu (20/12/2025). Kegiatan seremonial bertajuk “Wujudkan Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera” tersebut digelar di Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Relokasi ini menjadi tonggak penting kebijakan penataan kawasan hutan yang adil, terukur, dan berbasis data, sekaligus menandai langkah konkret pemulihan ekosistem TNTN yang selama ini tertekan oleh aktivitas perambahan. Proses relokasi berlangsung kondusif berkat sikap kooperatif masyarakat yang dibangun melalui dialog terbuka dan kerja sama lintas pihak.

Dalam rangkaian acara, perwakilan masyarakat menyerahkan Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) atas lahan yang berada di kawasan TNTN kepada negara melalui H. Ossy Dermawan, selaku Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN. Pada saat yang sama, Raja Juli Antoni menyerahkan Surat Keputusan Hutan Kemasyarakatan (SK HKm) kepada kelompok masyarakat sebagai bentuk keadilan sosial pascarelokasi.

SK HKm yang diserahkan meliputi:

  • SK Nomor 11976 Tahun 2025 (19 Desember 2025) kepada KTH Mitra Jaya Lestari seluas ±349,84 hektare untuk 108 KK di Desa Baturijal Barat, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu.
  • SK Nomor 11797 Tahun 2025 (19 Desember 2025) kepada KTH Mitra Jaya Mandiri seluas ±173,31 hektare untuk 72 KK di Desa Pesikaian, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi.
  • SK Nomor 11795 Tahun 2025 (19 Desember 2025) kepada KTH Gondai Prima Sejahtera seluas ±110,63 hektare untuk 47 KK di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Bagan Limau yang dinilai menjadi contoh rekonsiliasi kawasan hutan berbasis solusi bersama.
“Kegiatan hari ini akan menjadi percontohan bagi daerah lain dalam mengembalikan taman nasional sebagai hutan konservasi. Melalui relokasi, negara hadir memastikan TNTN kembali sesuai fungsi,” tegasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Barita Simanjuntak, Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto, Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko, Dirjen Penanganan Konflik Pertanahan Ilyas Tedjo Prijono, Komandan Satgas Garuda PKH Dody Triwinarto, serta Forkopimda Provinsi Riau.

Fridolin MS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *